Harga minyak dunia melonjak tajam menembus level US$111 per barel seiring meningkatnya ketegangan dalam konflik Amerika Serikat dan Iran yang kini memasuki hari ke-36. Lonjakan lebih dari 11% ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur distribusi energi global, khususnya setelah ancaman meluas ke Selat Bab el-Mandeb.
Dikutip Coingape, kenaikan ini menjadi salah satu lonjakan harian terbesar dalam enam tahun terakhir. Sebelumnya, pasar sudah tertekan akibat gangguan di Selat Hormuz yang menangani hampir 20% distribusi minyak dunia. Kini, perhatian beralih ke Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Terusan Suez.
Ketegangan meningkat setelah pernyataan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang secara tidak langsung mengisyaratkan potensi gangguan di Selat Bab el-Mandeb. Jalur ini menjadi salah satu titik kritis perdagangan global, dengan sekitar 6 juta barel minyak dan 12% total perdagangan dunia melewatinya setiap hari.
Jika jalur ini terganggu, kapal-kapal harus memutar melalui Tanjung Harapan (Cape of Good Hope), yang dapat menambah waktu pengiriman hingga 10–15 hari. Dampaknya tidak hanya pada energi, tetapi juga pada distribusi pangan dan komoditas lainnya, yang berpotensi mendorong kenaikan harga secara global.
Menurut Amrita Sen dari Energy Aspects, kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan tekanan pasokan yang sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa risiko kenaikan harga masih bisa berlanjut jika konflik semakin meluas.
Baca juga: Bitcoin Bisa Anjlok ke $10.000 Akibat Perang AS-Iran?
Lonjakan harga minyak ini langsung berdampak pada pasar keuangan global. Aset berisiko, termasuk kripto, mengalami tekanan seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Bitcoin sempat mengalami penurunan setelah munculnya ancaman serangan lebih lanjut terhadap Iran. Bahkan, sejumlah analis memperkirakan bahwa jika konflik terus memburuk, harga Bitcoin berpotensi turun lebih dalam hingga menyentuh level ekstrem.
Kenaikan harga energi juga berpotensi meningkatkan biaya hidup secara global, mulai dari bahan bakar hingga harga barang kebutuhan sehari-hari. Hal ini dapat mengurangi daya beli masyarakat dan memperlambat aktivitas ekonomi.
Tim Research Tokocrypto melihat bahwa lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik ini menjadi salah satu risiko makro terbesar bagi pasar global saat ini. Kenaikan harga energi secara langsung meningkatkan tekanan inflasi, yang dapat memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral.
Dalam konteks kripto, kondisi ini cenderung memberikan tekanan jangka pendek karena investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman. Selain itu, kenaikan yield dan penguatan dolar AS juga dapat mengurangi aliran dana ke pasar kripto.
Namun, di sisi lain, eskalasi konflik global juga berpotensi memperkuat narasi kripto sebagai alternatif terhadap sistem keuangan tradisional, terutama jika ketidakstabilan ekonomi semakin meningkat. Hal ini bisa menjadi katalis positif dalam jangka panjang.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 4 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Tim Research Tokocrypto juga menilai bahwa pasar saat ini berada dalam kondisi sangat sensitif terhadap berita geopolitik. Setiap perkembangan terkait jalur distribusi energi seperti Hormuz dan Bab el-Mandeb dapat memicu volatilitas tinggi dalam waktu singkat.
Lonjakan harga minyak di atas US$111 menjadi sinyal bahwa pasar global sedang menghadapi tekanan serius dari sisi geopolitik. Ancaman terhadap jalur perdagangan utama seperti Bab el-Mandeb memperbesar risiko gangguan ekonomi secara luas.
Bagi pasar kripto, situasi ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Dalam jangka pendek, tekanan masih mendominasi, namun dalam jangka panjang, ketidakpastian global dapat membuka ruang bagi peran kripto sebagai alternatif dalam menghadapi risiko ekonomi.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Minyak Tembus $111: Bitcoin dan Perdagangan Global Terancam! appeared first on Tokocrypto News.


