Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) kembali mendekati level psikologis US$ 70.000 pada April 2026, setelah sempat menyetuh harga intraday US$ 70.036. Ini menjadi ujian pertama sejak 26 Maret, sekaligus menandakan penguatan tren jangka pendek.
Kenaikan ini terjadi seiring derasnya arus masuk dana ke spot Bitcoin ETF yang mencapai US$ 471 juta atau sekitar Rp 7,6 triliun pada 6 April. Angka tersebut menjadi salah satu inflow harian terbesar sepanjang 2026.
Tren Naik Terbentuk, Momentum Masih Kuat
Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin saat ini berada dalam pola ascending channel sejak akhir Maret. Pola ini ditandai dengan terbentuknya higher low secara konsisten dari area US$ 65.000 hingga mendekati US$ 70.000.
Indikator MACD pada grafik 4 jam juga menunjukkan sinyal bullish. Garis MACD kini berada di atas garis sinyal dengan histogram positif, menandakan momentum kenaikan masih terus berkembang meski harga tertahan di area resistance.
Salah satu analis kripto papan atas asal Belanda, yakni Michael van de Poppe menyebut bahwa semakin lama harga bergerak dalam range, semakin besar potensi breakout yang akan terjadi.
“Perkiraan saya Bitcoin berpeluang menembus US$ 71.000 dalam waktu dekat,” ungkap Poppe.
Baca Juga: Gak Masuk Akal! Miner Mini Ini Kalahkan Raksasa dan Raup $210 Ribu
ETF Jadi Penopang Kuat Harga Bitcoin
Sebagaimana diketahui, Masuknya dana besar ke dalam spot Bitcoin ETF menjadi faktor utama yang menopang harga saat ini. Arus inflow yang konsisten menunjukkan meningkatnya minat investor institusional terhadap Bitcoin.
Menurut laporan Binance Research, sejak peluncuran ETF, korelasi Bitcoin dengan kondisi makro global justru melemah.
Artinya, pergerakan harga Bitcoin kini semakin dipengaruhi oleh permintaan institusi dibanding faktor pendek, meski pergerakan harga sudah didorong oleh akumulasi sebelumnya.
Skenario Selanjutnya?
Jika Bitcoin gagal menembus US$ 70.036, maka skenario paling mungkin adalah retest ke area support di US$ 68.400 hingga US$ 67.478 sebelum mencoba naik kembali.
Namun, jika terjadi breakout kuat dengan volume besar, maka target berikutnya berada di level US$ 71.000, sekaligus memperkuat tren bullish jangka pendek.


