Cryptoharian – Perseteruan antara Justin Sun dan proyek kripto World Liberty Financial semakin memanas setelah kedua pihak saling melontarkan tuduhan serius di ruang publik. Konflik ini bukan sekedar adu argumen biasa, tetapi sudah mengarah ke potensi jalur hukum.
Ketegangan bermula ketika WLFI secara terbuka mengancam akan menggungat Justin Sun. Proyek tersebut menuding Sun memainkan narasi sebagai ‘korban’ untuk menutupi dugaan pelanggaran yang ia lakukan. Mereka bahkan mengklaim memiliki bukti kuat dan siap membawanya ke pengadilan.
Namun Sun tidak tinggal diam. Ia langsung membalas dengan tuntutan transparansi. Dalam pernyataannya, ia meminta pihak di balik akun resmi WLFI untuk mengungkap identitas mereka.
“Keputusan besar yang menyangkut dana investor tidak boleh dilakukan oleh pihak anonim tanpa pertanggungjawaban yang jelas,” ungkap Sun.
Tuduhan utama Sun cukup serius. Dia menilai WLFI memiliki mekanisme dalam smart contract yang memungkinkan mereka mengontrol aset pengguna, bahkan membekukan dana tanpa pemberitahuan atau proses yang transparan. Jika benar, hal ini bertentangan dengan prinsip dasar keuangan terdesentralisasi yang selama in dijunjung tinggi di industri kripto.
Baca Juga: CPI Panas, Bitcoin Bisa Jadi Pelarian Investor
Di sisi lain, WLFI membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa fitur pembekuan atau blacklist merupakan langkah keamanan yang juga diterapkan pada banyak wallet lain, bukan hanya milik Sun. Menurut mereka, tindakan tersebut diperlukan untuk melindungi ekosistem dari risiko tertentu.
Akar konflik ini sendiri berawal dari investasi besar Justin Sun di WLFI sejak 2024. Dalam hal ini, Sun menjadi salah satu pendukung terbesar proyek tersebut. Namun hubungan mulai retak pada 2025 ketika token WLFI mulai diperdagangkan dan Sun memindahkan sekitar US$ 9 juta aset. Langkah ini dianggap mencurigakan oleh tim WLFI, yang kemudian membekukan wallet tersebut melalui fungsi smart contract.
Saat itu, nilai total kepemilikan Justin Sun diperkirakan lebih dari US$ 100 juta. Namun seiring turunnya harga token, nilai tersebut kini menyusut drastis menjadi sekitar US$ 43 juta. Sun mengklaim transaksi tersebut hanya uji coba, sementara pihak proyek melihatnya sebagai potensi ancaman terhadap stabilitas.
Hingga saat ini, kedua pihak belum mempublikasikan bukti yang mereka klaim miliki. Namun, jika konflik ini benar berlanjut ke pengadilan, dokumen dan kontrak yang dipermasalahkan kemungkinan besar akan terungkap ke publik.


