Ethereum diam-diam sedang membangun tekanan di bawah permukaan, terjebak dalam struktur wedge yang semakin menyempit dan telah menahan pergerakan harga selama berbulan-bulan. Dengan volatilitas mencapai tingkat terendah secara historis menurut indikator BBWP, pasar memberikan sinyal bahwa pergerakan besar sudah di depan mata — pergerakan yang bisa saja mengonfirmasi pemulihan yang kuat atau mempercepat penurunan lebih dalam.
Pada analisis kali ini, kami akan mengulas chart harian dan 4 jam untuk memetakan level penting, pola, serta skenario yang wajib diperhatikan para trader ETH saat ini.
Ethereum telah bergerak di dalam falling wedge yang jelas sejak level tertinggi Oktober 2025, membentuk deretan high dan low yang semakin rendah seiring struktur ini mengerucut menuju puncaknya. Wedge ini bakal bertemu di akhir April atau awal Mei 2026, artinya pergerakan arah yang tegas akan segera terjadi.
Level Fibonacci retracement pada chart ini bukanlah alat jangka pendek — level tersebut ditarik dari titik terendah siklus di sekitar US$880 pada Juni 2022 hingga titik tertinggi siklus di US$4.956 pada Agustus 2025. Karena itulah, level-level penting ini jadi sangat krusial: retracement 0,618 di US$2.436 berfungsi sebagai resistance utama, sedangkan retracement 0,786 di US$1.752 menjadi support makro yang sangat penting di bawahnya.
Pada harga saat ini di US$2.182, Ethereum berada di zona krusial — di bawah resistance Fib 0,618 dan di atas support 0,786. RSI berada di kisaran netral, yaitu 50–55, yang menandakan baik bull maupun bear belum mengambil kendali secara penuh.
Jika kita memperbesar ke chart 4 jam, pola falling wedge yang sama jadi makin jelas, memperlihatkan dua zona kuat yang berkali-kali menentukan pergerakan harga. Blok resistance yang kuat ada di antara US$2.300 dan US$2.400, tepat sejajar dengan level Fibonacci 0,618 makro — harga sudah dua kali tertolak di zona ini, yaitu pada pertengahan Maret dan awal April 2026.
Di bawahnya, area permintaan yang solid antara US$1.900 dan US$2.000 sudah berulangkali jadi lantai yang kuat, menyerap tekanan jual setiap kali harga menurun. Setiap penurunan ke zona hijau ini langsung menarik minat beli, sehingga area ini jadi level kunci yang wajib diperhatikan jika harga kembali terkoreksi.
Indikator BBWP (Bollinger Band Width Percentile) pada chart 4 jam memperlihatkan cerita menarik tentang volatilitas. Setiap lonjakan harga besar — crash Februari ke US$1.750, reli Maret ke US$2.380, dan penolakan harga di April — semuanya diiringi angka BBWP yang hampir menyentuh 100%, menandakan volatilitas puncak dan kelelahan pada pergerakan tersebut.
Saat ini, BBWP malah menyempit drastis setelah lonjakan April, mencerminkan terjadinya penurunan volatilitas yang signifikan. Secara historis, ini adalah cara pasar untuk ‘menggulung pegas’ sebelum melepas energi dalam pergerakan eksplosif berikutnya — dan dengan puncak wedge tinggal beberapa minggu lagi, momen ini jadi sangat krusial.
Skenario Bullish
Breakout terkonfirmasi di atas garis atas wedge dan zona resistance US$2.300–US$2.436 akan jadi sinyal jelas bull sudah menguasai pasar. Target utama berikutnya berada di level Fibonacci 0,5 di US$2.917, lalu ke level 0,382 di US$3.397 jika momentum semakin menguat.
Kenaikan BBWP yang mengiringi breakout akan memastikan pergerakan tersebut benar-benar kuat, bukan sekadar breakout palsu. Skenario ini juga didukung pola falling wedge yang secara klasik memang menjadi pola pembalikan bullish.
Skenario Bearish
Breakdown di bawah garis bawah wedge serta zona permintaan kunci US$1.900–US$2.000 akan menunjukkan bear berhasil mengontrol pasar. Target langsung pada skenario ini ada di support Fibonacci 0,786 makro di US$1.752 — level yang wajib bertahan supaya harga tidak mengalami penurunan yang lebih dalam.
Lonjakan BBWP yang menyertai breakdown akan memperkuat sinyal adanya pergerakan bearish dengan volatilitas tinggi dan berpotensi semakin mempercepat penurunan harga. Jika level US$1.752 tembus, harga bisa jatuh ke level yang jauh lebih rendah dan sekaligus menggugurkan pola bullish sepenuhnya.

