Kepercayaan dalam AI Hukum: Mengapa Harvey Bertaruh Besar pada Transparansi
Iris Coleman 21 Apr 2026 12:32
Harvey semakin memperkuat kepercayaan dalam AI hukum dengan perekrutan Joshua McKibben dan fokus pada verifikabilitas, konsistensi, dan keamanan.
Seiring para profesional hukum semakin banyak menggunakan alat kecerdasan buatan untuk memperlancar pekerjaan mereka, pertanyaan soal kepercayaan menjadi hal yang paling utama. Harvey, sebuah platform AI yang berspesialisasi dalam aplikasi hukum, menghadapi hal ini secara langsung dengan menekankan transparansi, keandalan, dan keamanan. Langkah terbaru perusahaan? Merekrut Joshua McKibben, mantan Senior Director of Enterprise Security Compliance and Risk di Snowflake, sebagai Head of Trust yang baru.
Adopsi AI hukum semakin cepat, namun bagi firma hukum, kepercayaan bukan sekadar kata kunci—ini adalah keharusan bisnis. Para pengacara bertugas menjaga data klien yang sensitif dan memastikan akurasi hasil kerja hukum, baik dalam menyusun mosi maupun menjawab pertanyaan hakim. Menurut Harvey, kepercayaan dalam AI bermuara pada tiga pilar utama: verifikabilitas, konsistensi, dan budaya yang mengutamakan keamanan secara kuat.
Verifikabilitas sangat penting. Ketika AI Harvey menyarankan preseden hukum atau kutipan, pengguna harus dapat menelusuri rekomendasi tersebut kembali ke sumber materinya dengan cepat dan penuh keyakinan. "Kepercayaan bukan iman buta," tegas tim Harvey, "melainkan kemampuan untuk memeriksa, mengonfirmasi, dan memverifikasi." Hasil yang tidak konsisten atau tidak dapat ditelusuri dapat mengikis kepercayaan dan bisa berakibat fatal dalam skenario hukum yang berisiko tinggi.
Konsistensi dalam berbagai kondisi adalah faktor penting lainnya. Harvey berpendapat bahwa AI-nya harus bekerja secara andal, tidak hanya dalam kasus uji yang terisolasi, tetapi juga di berbagai kasus penggunaan, batasan waktu, dan tingkat keahlian pengguna. "Kepercayaan tidak dibangun dari satu pertunjukan tunggal," catat perusahaan—kepercayaan diperoleh melalui kinerja yang berulang dan dapat diandalkan.
Investasi Harvey dalam budaya yang mengutamakan keamanan digarisbawahi oleh penunjukan McKibben. Di Snowflake, McKibben memimpin program kepatuhan untuk pelanggan yang sangat diatur, mengelola sertifikasi seperti SOC 2 dan standar ISO. Keahliannya memposisikannya untuk semakin memperkuat kerangka privasi, keamanan, dan kepatuhan Harvey. Menurut Harvey, McKibben akan memimpin upaya untuk meningkatkan transparansi sistem, mempercepat proses tinjauan keamanan, dan memperkuat infrastruktur, memastikan platform memenuhi ekspektasi yang terus meningkat dari klien hukumnya.
Penekanan pada kepercayaan ini bukan sekadar mitigasi risiko—ini adalah keunggulan kompetitif di pasar legal-tech yang padat. Seiring alat AI semakin mudah dibangun dan diterapkan, klien tidak hanya meneliti teknologinya tetapi juga tim di baliknya. Harvey bertaruh besar bahwa fokusnya pada kepercayaan akan beresonansi dengan firma yang mencari mitra andal di lingkungan yang berisiko tinggi.
Dalam setahun ke depan, Harvey berencana meluncurkan dokumentasi sistem yang lebih jelas, respons lebih cepat terhadap audit keamanan, dan investasi lebih dalam pada infrastruktur. Di era di mana adopsi AI melampaui regulasi, para profesional hukum kemungkinan akan menghargai langkah-langkah menuju transparansi dan akuntabilitas ini.
Sumber gambar: Shutterstock- ai
- legal tech
- trust
- harvey







