Crypto whale Bitcoin membeli saat harga rebound. Holder tidak ikut membeli. Perbedaan antara dua kelompok ini menceritakan hal yang sangat berbeda dari apa yang digambarkan reli harga Bitcoin.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan di harga US$77.670 pada 24 April, bertahan di dalam channel naik yang sudah terbentuk sejak 24 Februari. Reli harga yang kembali ke atas US$77.000 terlihat menarik di permukaan. Tapi, di balik itu ada dua sinyal on-chain yang bergerak berlawanan arah. Perbedaan ini mengungkap apa yang sebenarnya dilakukan oleh wallet terbesar.
Kelompok whale dengan kepemilikan 10.000 hingga 100.000 BTC punya pola yang jelas. Mereka membeli di harga bawah lokal, ikut naik di rebound, lalu menepi. Data Santiment menunjukkan kelompok ini menambah simpanan dari 2,26 juta menjadi 2,27 juta BTC dalam waktu empat hari setelah harga Bitcoin turun di bawah US$62.000 pada 6 Februari. Pada periode 23 Maret hingga awal April, kelompok ini juga menambah kepemilikan dari 2,23 juta menjadi 2,26 juta BTC saat harga menyentuh titik bawah di kisaran US$67.700. Sekarang, mereka mulai beli lagi sejak 22 April.
Ingin insight token lainnya seperti ini? Daftar untuk menerima Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Pembelian pada 22 April ada pemicunya secara teknikal. Pada grafik 12 jam, Exponential Moving Average (EMA) periode 20, yaitu garis tren yang menghitung rata-rata harga dengan bobot lebih berat pada candle terbaru, menembus ke atas EMA periode 200. Bullish crossover ini terjadi tepat di hari saat whale kembali melakukan pembelian. Pola ini menunjukkan mereka melakukan trade karena momentum (opportunistic), bukan karena keyakinan penuh.
Bitcoin Quarterly Q1 2026 dari ARK Invest memberikan konteks tambahan. Para pembeli bermodal besar ini menambah kepemilikan mereka hingga 69%, dari 2,13 juta menjadi 3,60 juta BTC selama periode penurunan 22% di Q1, mencatat laju akumulasi paling cepat sejak siklus 2020. Akan tetapi, harga kini sudah pulih dari titik terendah itu.
Pembelian whale saat ini terjadi di harga US$77.000, bukan di level US$68.200 saat data keyakinan ARK dicatat. Mereka adalah pembeli rebound, bukan pembeli saat bawah.
Jika reli ini benar-benar menjadi awal pemulihan yang kuat, para holder jangka menengah pasti sudah mulai beli. Tapi ternyata tidak. Indikator Hodler Net Position Change dari Glassnode, metrik yang melacak apakah holder jangka menengah sedang menambah atau melepas BTC, memuncak di 38.401 BTC pada 21 April saat harga BTC di US$76.470. Pada 24 April, angka ini turun drastis jadi sekitar 32.303, atau turun 16% hanya dalam 3 hari. Wallet yang benar-benar percaya pada aset ini tidak ikut memburu rebound kali ini.
Wallet yang benar-benar yakin tidak mengejar rebound ini. Salah satu alasannya bisa jadi karena belum ada indikator kuat bahwa pasar sudah menemukan titik bawah, seperti yang pernah kami bahas dalam analisis harga Bitcoin sebelumnya.
Bitcoin menanjak ke atas channel naik di level US$79.528 pada 22 April sebelum langsung terkoreksi. Penolakan ini sesuai dengan pola yang dilakukan para whale. Pola trading bounce kembali berhadapan dengan garis tren bagian atas yang sejak Februari selalu menahan tiap reli, dan tanpa dukungan dari holder, reli kembali terhenti.
Jika mampu ditutup harian di atas US$79.528, maka struktur bisa berbalik naik dan membuka peluang ke area channel atas dekat US$80.000, yang mungkin diikuti holder jika benar terjadi. Namun, penolakan di sini berpotensi membawa harga turun ke area 0,236 Fibonacci retracement di US$75.523 sebagai tes awal penurunan.
Jika turun di bawah US$75.523, maka area US$73.046 dan US$71.043 jadi target selanjutnya, dan penurunan lebih jauh ke area 0,786 Fibonacci di US$66.190 bisa mengancam membawa harga ke channel bawah di sekitar US$62.559. Reli 10% yang terjadi Januari lalu bisa cepat menguap apabila whale menilai rebound ini tidak kuat. Untuk saat ini, US$79.528 menjadi batas antara breakout yang terkonfirmasi atau hanya sekadar bounce yang kembali melemah dan masuk channel lagi dipimpin oleh whale.
