Verizon merilis laba kuartalan pada hari Senin yang melampaui ekspektasi Wall Street, mendorong saham naik di awal perdagangan. Perusahaan telekomunikasi ini melihat sahamnya naik sekitar 4% sebelum pasar dibuka, menyentuh $48,33.
Verizon Communications Inc., VZ
Operator tersebut melaporkan laba yang disesuaikan sebesar $1,28 per saham, melampaui estimasi konsensus analis FactSet sebesar $1,21. Total pendapatan mencapai $34,4 miliar, mewakili peningkatan 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun sedikit di bawah perkiraan $34,8 miliar.
Meski pencapaian laba mendapat pujian, kisah sesungguhnya berpusat pada pertumbuhan pelanggan. Verizon berhasil mendapatkan 55.000 pelanggan telepon pascabayar bersih selama kuartal pertama. Analis Wall Street sebelumnya memproyeksikan kerugian antara 81.000 hingga 88.000 pelanggan.
Ini menandai pertama kalinya Verizon membukukan pertumbuhan pelanggan telepon pascabayar yang positif selama kuartal pertama sejak 2013. Bagi raksasa telekomunikasi yang berupaya menghidupkan kembali operasi nirkabelnya, ini merupakan pencapaian yang signifikan.
Komponen kunci dari pendekatan ini melibatkan penargetan agresif terhadap pelanggan pesaing. Verizon memberikan insentif yang lebih besar kepada konsumen yang menunjukkan tagihan dari AT&T dan T-Mobile, berhasil mengalihkan pelanggan pesaing ke jaringannya.
Perusahaan juga telah memperluas fokusnya pada penawaran bundel — menggabungkan layanan internet rumah dengan paket nirkabel — sebuah taktik yang telah berhasil diterapkan AT&T untuk meningkatkan retensi pelanggan. Indikator awal menunjukkan strategi ini mulai memberikan hasil.
Kuartal ini juga merupakan laporan keuangan pertama Verizon yang mencakup Frontier, setelah selesainya akuisisi pada 20 Januari.
Satu tantangan yang perlu dicatat: pendapatan layanan nirkabel menghadapi tekanan dari kredit pelanggan sebesar $20 yang didistribusikan setelah gangguan layanan selama sekitar 10 jam pada Januari. Pembayaran kompensasi ini, yang diberikan kepada ratusan ribu pelanggan yang terdampak, sedikit mengurangi total pendapatan.
Verizon meningkatkan proyeksi laba per saham yang disesuaikan untuk tahun penuh ke kisaran $4,95–$4,99. Revisi ini naik dari target sebelumnya $4,90–$4,95 dan melampaui konsensus analis sebesar $4,90 di titik tengahnya.
Penyedia telekomunikasi ini juga mengindikasikan bahwa pihaknya kini memperkirakan total penambahan pelanggan telepon pascabayar ritel bersih untuk 2026 akan berada di paruh atas kisaran proyeksinya antara 750.000 hingga 1 juta.
Meski terkesan halus, ini merupakan peningkatan kepercayaan diri yang signifikan. Verizon tidak sekadar merayakan satu kuartal yang kuat — manajemen memberi sinyal momentum yang berkelanjutan ke depan.
Kontrak berjangka S&P 500 diperdagangkan relatif datar pada hari Senin saat para investor menunggu laporan laba dari perusahaan teknologi besar.
The post Verizon (VZ) Stock Surges 4% on Strong Q1 Results and First Subscriber Growth Since 2013 appeared first on Blockonomi.


