Paul Sztorc, co-founder dan CEO LayerTwo Labs sekaligus pengembang Bitcoin, telah mengumumkan rencana peluncuran eCash, yaitu hard fork yang dijadwalkan rilis pada Agustus 2026.
Cara pembagian koin yang berkaitan dengan Satoshi Nakamoto dalam rencana ini telah memicu kontroversi di X.
Dalam sebuah postingan, Sztorc mengungkapkan bahwa node L1 eCash nantinya akan menjadi “salinan hampir persis dari Bitcoin Core.” Chain ini akan menggunakan penambangan SHA-256d dengan sekali reset tingkat kesulitan.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Jaringan Layer 1 (L1) akan mengaktifkan proposal BIP300 dan BIP301 dari Sztorc melalui soft fork. Sudah ada tujuh drivechain yang sedang dikembangkan, seperti Truthcoin untuk prediction market, dan CoinShift sebagai decentralized exchange (DEX).
Layer-2 lain yang sedang dikembangkan yaitu BitNames untuk identitas, BitAssets untuk non-fungible token (NFT), dan Photon untuk perlindungan dari ancaman kuantum. Tim juga akan merilis alat pembagi koin (coin-splitter).
Sztorc menjelaskan eCash sebagai solusi permanen, berbeda dengan pemisahan Bitcoin Cash (BCH) tahun 2017 yang hanya berfokus pada peningkatan ukuran blok. Salah satu hal yang menonjol adalah rencana alokasi sebagian koin yang selama ini dikaitkan dengan Satoshi Nakamoto.
Pada postingan terpisah, sang pengembang mengklarifikasi bahwa proses ini tidak mengambil BTC yang terhubung dengan Satoshi Nakamoto. Sebaliknya, mereka akan menetapkan 600.000 eCash baru untuk Satoshi pada chain hasil fork, lebih sedikit dari 1,1 juta koin yang biasa diasosiasikan dengan kepemilikannya, namun lebih banyak bila dibandingkan dengan pembagian di jaringan lain.
Berlangganan channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis memberi wawasan ahli
Meski begitu, rencana ini sudah menuai penolakan dari sebagian komunitas aset kripto. Di X, Caffè Satoshi mengimbau “benar-benar berhati-hati saat menerima eCash ini.”
Ada pula yang lebih kritis terhadap model pembagiannya. Podcast host Peter McCormack berpendapat bahwa upaya mengambil koin yang dikaitkan dengan Satoshi Nakamoto itu adalah “pencurian” sekaligus “tidak sopan.”
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Kepemilikan Bitcoin milik Satoshi Nakamoto telah lama menjadi sumber perdebatan filosofis dalam komunitas Bitcoin. Sampai kini, bahkan dalam diskusi tentang potensi ancaman dari teknologi kuantum, pendapat tetap sangat terpecah.
Beberapa orang berpendapat koin tersebut sebaiknya dibakar untuk mengurangi risiko di masa depan, sedangkan yang lain menolak intervensi apa pun, karena merasa tindakan tersebut akan merusak prinsip utama Bitcoin soal desentralisasi dan imutabilitas.

