Bitcoin kembali tertekan setelah hasil rapat The Fed terbaru memberikan sinyal yang kurang bersahabat bagi pasar.
Meski suku bunga tetap ditahan di kisaran 3,50%–3,75%, pernyataan The Fed justru menegaskan bahwa tekanan inflasi kembali meningkat. Kombinasi ini langsung memicu reaksi negatif di pasar kripto.
Dilaporkan BeInCrypto, keputusan untuk mempertahankan suku bunga sebenarnya sudah diprediksi pasar. Namun, perhatian utama justru tertuju pada perubahan bahasa dalam pernyataan resmi The Fed.
Jika sebelumnya inflasi disebut “cukup tinggi,” kini The Fed secara tegas menyatakan bahwa inflasi “meningkat kembali,” terutama akibat kenaikan harga energi global.
Lebih mengejutkan lagi, tiga pejabat penting The Fed menolak sinyal pelonggaran kebijakan (easing bias). Ini menjadi tingkat perbedaan pendapat tertinggi sejak 1992, menandakan adanya perpecahan serius dalam arah kebijakan moneter ke depan.
Tim Research Tokocrypto melihat keputusan ini sebagai sinyal bahwa pasar mungkin terlalu cepat berharap pada penurunan suku bunga. Mereka menilai bahwa perubahan narasi dari The Fed akan berdampak langsung pada aset berisiko, termasuk kripto.
Menurut mereka, selama inflasi belum benar-benar terkendali, peluang kebijakan moneter yang lebih longgar masih terbatas. Hal ini berpotensi menahan laju kenaikan Bitcoin dalam jangka pendek, meskipun outlook jangka panjang tetap dipengaruhi oleh faktor likuiditas global.
Baca juga: Kevin Warsh Tegaskan Komitmen Jaga Independensi The Fed
Setelah pengumuman FOMC, harga Bitcoin langsung melanjutkan penurunan dan kembali mendekati area $75.000. Pergerakan ini mencerminkan fenomena “sell the news”, di mana pasar yang sebelumnya sudah mengantisipasi keputusan akhirnya bereaksi negatif terhadap detail yang muncul.
Tekanan ini juga diperkuat oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait konflik di Timur Tengah yang disebut langsung oleh The Fed sebagai faktor risiko utama.
The Fed secara eksplisit menyebut bahwa perkembangan geopolitik, khususnya di Timur Tengah, meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.
Kondisi ini membuat investor cenderung lebih berhati-hati dan menghindari aset berisiko. Selama ketegangan global belum mereda, volatilitas pasar kripto kemungkinan akan tetap tinggi.
Keputusan FOMC kali ini menunjukkan bahwa jalan menuju pelonggaran kebijakan moneter masih panjang dan penuh ketidakpastian. Bagi pasar kripto, ini berarti tekanan jangka pendek masih akan terasa, terutama jika inflasi terus menunjukkan kenaikan.
Bitcoin kini berada di fase sensitif, di mana arah selanjutnya sangat bergantung pada perkembangan makro global dan kebijakan The Fed ke depan.
Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Bitcoin Turun Setelah Sinyal The Fed, Inflasi Kembali Jadi Ancaman appeared first on Tokocrypto News.


