Cryptoharian – Salah satu analis populer di kalangan Crypto Twitter, yakni Michael van de Poppe memprediksi Bitcoin (BTC) memiliki ruang kenaikan menuju area US$ 93.000 – US$ 95.000 dalam fase pemulihan market saat ini.
Poppe mengatakan, reli tersebut merupakan pola umum yang biasanya terjadi setelah bear market berakhir.
Dalam unggahannya, Poppe menjelaskan bahwa target kenaikan Bitcoin berikutnya berada di area 50-Week Moving Average (MA), yang saat ini berada di kisaran US$ 93.000 hingga US$ 95.000.
Ia menilai area tersebut menjadi target alami dari reli awal setelah market keluar dari fase bearish panjang.
“Saya memperkirakan Bitcoin akan melanjutkan pantulannya menuju US$ 93.000 – US$ 95.000,” ungkap Poppe.
Poppe juga menyampaikan pandangannya bahwa puncak siklus pasar kemungkinan sudah terjadi pada Desember 2024.
Sementara itu, ia percaya fase bear market telah selesai pada Februari 2026 setelah koreksi besar yang terjadi beberapa bulan terakhir.
Pandangan ini berbeda dengan beberapa analis yang masih memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut. Namun, Poppe meyakini bahwasanya struktur pasar saat ini mulai menunjukkan karakteristik pemulihan.
Meski optimis terhadap Bitcoin, Poppe tidak memperkirakan altcoin akan mengalami reli besar seperti siklus bull market sebelumnya.
Ia menilai pasar kemungkinan akan lebih selektif dalam menentukan sektor yang mendapat aliran modal.
“Saya tidak berpikir kita akan melihat kekuatan altcoin secara penuh,” ujarnya.
Namun ia tetap melihat peluang pada aset-aset yang sebelumnya tampil kuat sebelum koreksi besar melanda pasar kripto.
Baca Juga: Bitcoin Tertinggal Jauh Saat S&P 500 Cetak ATH Baru
Pada postingan sebelumnya, Poppe juga menegaskan keyakinannya bahwa bottom Bitcoin kemungkinan sudah terbentuk di area US$ 60.000 dan BTC masih memiliki ruang kenaikan menuju US$ 90.000 hingga US$ 95.000 dalam beberapa bulan ke depan.
“Hampir semua skenario bearish besar yang sebelumnya membebani market kini sudah terjadi,” kata Poppe.
Dari apa yang ia lihat, Poppe mengatakan Bitcoin telah memenuhi pola historis utama yang biasanya muncul selama bear market.
Beberapa di antaranya adalah:
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar kemungkinan sudah melewati fase terburuk.
“Semua yang perlu terjadi pada harga Bitcoin sudah terjadi,” paparnya.
Poppe menilai peluang Bitcoin mencetak lower low baru kini semakin kecil.
Ia menjelaskan bahwa penurunan di bawah 200-Week MA biasanya hanya terjadi pada peristiwa ekstrem seperti runtuhnya Luna dan FTX pada 2022.
Dua peristiwa tersebut disebut sebagai “black swan” yang menciptakan tekanan luar biasa di market crypto.
Karena itu, selama tidak ada kejadian besar serupa, Poppe melihat area US$ 60.000 kemungkinan besar akan tetap menjadi dasar dari siklus pasar saat ini.


