Lebih dari 84% warga Amerika usia 18–24 tahun menilai ekonomi AS buruk atau sangat buruk, menurut survei terbaru dari Generation Lab, dengan Presiden Trump dan keserakahan korporasi dinilai paling bertanggung jawab.
Temuan ini muncul di saat masa jabatan kedua Trump terus mendorong kebijakan pro-kripto, menandakan bahwa pesimisme ekonomi di kalangan Gen Z dan milenial muda belum mereda meski adanya agenda aset digital yang lebih ramah.
Generation Lab mengadakan survei terhadap 1.002 warga Amerika usia 18–34 tahun antara 26–29 April. Dari seluruh responden, 52% menilai ekonomi buruk, dan 29% menilainya sangat buruk. Hanya 16% yang memilih baik, dan hanya 2% yang memilih sangat baik.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Pola ini terlihat di semua kelompok usia. Sekitar 84% dari responden usia 18–24 tahun menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk. Kelompok usia 25–29 mencatat 81%, sementara kelompok 30–34 berada di angka 73%.
Sentimen negatif makin kuat di kalangan perempuan, non-biner, dan kategori lain. Sekitar 90% dari responden perempuan memilih ‘buruk’ atau ‘sangat buruk’, dibandingkan dengan 73% responden laki-laki.
Sementara itu, di antara responden yang memandang ekonomi secara negatif, kebanyakan menyalahkan Presiden. Secara keseluruhan, 41% menyebut kondisi ekonomi yang buruk adalah tanggung jawab Presiden.
Di kelompok usia 18–24, sebanyak 42% menyalahkan Trump, sementara 32% menunjuk pada keserakahan korporasi. Di kelompok 25–29 tahun, pendapat terbagi rata, dengan 33% menyalahkan Trump dan jumlah yang sama menyalahkan pelaku korporasi.
Kelompok usia tertua paling keras menilai. Sebanyak 48% responden usia 30–34 tahun menilai Trump yang paling bertanggung jawab, menjadi angka tertinggi di antara semua kelompok usia. Hanya 2% yang menyalahkan mantan Presiden Biden.
Generation Lab menerangkan, hasil survei ini memiliki margin of error ±3,1 poin persentase, dengan margin lebih besar untuk analisis subkelompok.
Hasil survei ini menonjol mengingat Trump sangat vokal mendukung aset digital sejak kembali menjabat. Pemerintahannya mendukung Strategic Bitcoin Reserve dan menandatangani GENIUS Act yang mengatur stablecoin.
Meski begitu, tekanan ekonomi tetap tinggi. Inflasi pada bulan Maret naik menjadi 3,3%, sedangkan harga bensin telah menembus US$4,45 per gallon sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai.
Kekhawatiran tentang potensi kelangkaan pangan dan risiko resesi juga membebani warga Amerika. Menariknya, 77% responden survei berpendapat Amerika Serikat telah mengambil keputusan yang salah dengan melakukan aksi militer terhadap Iran.
Langganan channel YouTube kami untuk menyimak wawancara pemimpin dan jurnalis menghadirkan insight ahli