Sebagai pionir token fungible di jaringan Bitcoin melalui protokol Ordinals, ORDI sempat mencatatkan kenaikan harga yang spektakuler di masa awal peluncurannya.
ORDI sendiri adalah token diterbitkan di blockchain Bitcoin menggunakan standar BRC-20. BRC-20 adalah standar token yang mirip dengan ERC-20, tetapi menggunakan fitur “Ordinals Inscriptions” yang memungkinkan token untuk diidentifikasi secara unik melalui mekanisme “inscription” pada satuan unit terkecil Bitcoin (satoshi).
Lalu gimana potensi ORDI sebagai token BTC-20 dan risikonya? Kita bahas di bawah yuk Tokonauts!
ORDI adalah token pertama yang dibuat menggunakan standar BRC-20. Sebuah protokol eksperimental di atas Bitcoin yang memanfaatkan teknologi Ordinals. Berbeda dengan ERC-20 di Ethereum yang sudah matang, BRC-20 memungkinkan pembuatan token fungible di Bitcoin melalui mekanisme “inscription” pada satuan unit terkecil Bitcoin (satoshi).
Misalnya, kamu dapat mencetak 100 token bernama $INDONESIA dengan menuliskan detail token tersebut ke dalam sebuah satoshi.
Mekanisme ini memungkinkan terciptanya aset kripto yang dapat dipindahtangankan di jaringan Bitcoin dengan cara yang mirip ERC‑20.
ORDI sendiri memiliki total supply sebanyak 21 juta token, mirip seperti Bitcoin. Karena bergantung pada inscription di blockchain Bitcoin, maka token ini tidak memiliki smart-contract selayaknya token-token ERC-20, sehingga fungsi dari token ini sangat terbatas.
Karena keterbatasan fungsinya, token ORDI lebih cocok disebut sebagai meme coin atau aset spekulatif simbol adopsi BRC-20 di ekosistem Bitcoin.
Baca juga: Mengenal Token Kripto Ordinals (ORDI): Pengertian, Manfaat, Risiko.
Potensi ORDI masih cukup menarik karena beberapa alasan:
Jika ekosistem BRC-20 terus berkembang dan Bitcoin mengalami bull run baru, bukan tidak mungkin ORDI berpotensi mendapat limpahan sentimen positif, karena secara data dari CoinMarketCap, ORDI masih berada di urutan pertama dalam ekosistem Bitcoin.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski memiliki potensi, ORDI juga menyimpan risiko seperti:
Dikutip dari Hashlock, token BRC-20 seperti ORDI mewarisi keamanan Bitcoin secara pemrosesan transaksi, namun BRC‑20 tidak punya perlindungan smart contract di Ethereum, yang biasanya membantu mencegah kesalahan atau penipuan langsung di dalam blockchain.
Jadi, ORDI lebih cocok dipandang sebagai aset spekulatif dan eksperimental daripada sebagai aset untuk investasi karena proposisi nilainya bergantung pada pertumbuhan dan adopsi berkelanjutan dari jaringan Bitcoin serta ekosistem token BRC‑20 yang diaktifkan oleh Ordinals.
Lebih lanjut, kamu bisa pantau harga terbaru dari ORDI, melihat order book secara real-time, hingga melakukan transaksi perdagangan maupun investasi, dengan mengakses Trading Spot ORDI/USDT di Tokocrypto.
Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
The post ORDI Aman atau Tidak? Risiko dan Potensi Token BRC-20 appeared first on Tokocrypto News.


