Anchorage Digital telah meluncurkan Agentic Banking. Infrastruktur ini memberikan akses modal yang diatur untuk agen artificial intelligence (AI).
Platform ini menerapkan verifikasi identitas, batasan belanja, serta pemantauan risiko secara real-time sebelum melakukan pembayaran melalui jaringan fiat, stablecoin, atau kredensial yang sudah ditokenisasi.
Nathan McCauley, co-founder sekaligus CEO Anchorage Digital, menekankan pentingnya pengawasan yang ketat ketika mengintegrasikan AI ke dalam sistem keuangan. Ia berpendapat bahwa agen otonom tidak boleh diberikan akses langsung ke kas perusahaan.
Ia juga menjelaskan pentingnya kerangka kerja yang dikendalikan untuk mengatur verifikasi identitas, izin, kepatuhan, dan auditabilitas di setiap tahap transaksi.
Sistem seperti ini, terang dia, perlu memasukkan batasan belanja, pemantauan risiko secara real-time, dan jejak audit yang tidak dapat diubah agar institusi tetap bisa mengawasi dan mengendalikan semua aktivitas keuangan berbasis AI.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
McCauley menyebutkan bahwa piagam federal menjadikan model ini menjadi mungkin. Anchorage Digital Bank menerima national trust charter dari Office of the Comptroller of the Currency pada Januari 2021. Bank ini juga tercatat sebagai bank asli kripto pertama dengan penunjukan tersebut.
Sementara itu, Anchorage mengumumkan kerja sama dengan Google Cloud, yang akan menyediakan “lapisan kecerdasan untuk ekonomi agen.”
Chief Operating Officer BitGo, Jody Mettler belum lama ini menguraikan empat kontrol bagi institusi yang menerapkan agen AI di bidang keuangan. Ia menyebut identitas, izin, logika kebijakan, dan auditabilitas sebagai pengaman yang wajib diterapkan.
Berlangganan ke kanal YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli
Anchorage bukan satu-satunya yang mendorong penggunaan agen AI dalam alur kerja keuangan. Perusahaan teknologi finansial FIS juga baru saja menjalin kerja sama dengan Anthropic minggu ini untuk membuat Financial Crimes AI Agent. Alat tersebut mampu memangkas proses tinjauan anti-money laundering dari hitungan hari menjadi hanya beberapa menit.

