Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission/SEC) telah menandai operasi berkelanjutan dari beberapa aplikasi pinjaman online yang tidak terdaftar.
Platform-platform tidak resmi ini ditemukan terdaftar di Google Play Store.
Dalam peringatan terbaru, regulator memperingatkan masyarakat untuk tidak memperoleh pinjaman dari 22 aplikasi tertentu. Regulator menekankan bahwa entitas-entitas tersebut beroperasi tanpa izin yang diperlukan.
Komisi mengidentifikasi platform ilegal tersebut sebagai:
PesoMate, ULend, Magaling Peso-Fast Online Loan, Cashpedia, Pera Now, Finledger, MadaPera, ZRT Loan, PesoOne, Kwago Peso, SL Cash, Peso Ease, PesoOne-Fast Loans, Sure Money: Smart Loan, VIP Funds-Finance Assistant PH, Cashflux, MeeBrar Loan, Agad Loan, MorePautang, CashTwig, dan Suki Peso.
SEC menegaskan bahwa mereka tidak mengotorisasi atau mengizinkan aplikasi-aplikasi ini untuk menawarkan, memproses, atau memberikan pinjaman kepada masyarakat.
Operasi berkelanjutan mereka merupakan pelanggaran terhadap moratorium SEC yang diberlakukan berdasarkan Surat Edaran Memorandum No. 10, Seri 2021.
Moratorium ini, yang mulai berlaku pada November 2021, secara eksplisit melarang peluncuran, pendaftaran, dan operasi platform pinjaman online baru.
Moratorium ini juga melarang entitas yang gagal mendaftar sebelum implementasi regulasi untuk menerima pengguna baru
Peringatan ini berfungsi sebagai pengingat penting bagi peminjam untuk memverifikasi legitimasi penyedia layanan keuangan.
SEC terus memantau platform digital untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi keuangan. Kewaspadaan berkelanjutan ini bertujuan untuk melindungi konsumen Filipina dari skema pinjaman tidak resmi.
Gambar unggulan oleh EyeEm via.
Postingan SEC Filipina Memperingatkan Terhadap 22 Aplikasi Pinjaman Ilegal di Google Play muncul pertama kali di Fintech News Philippines.


