- Perak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $90 per ons.
- Didorong oleh permintaan safe-haven dan inflasi yang melunak.
- Potensi kenaikan harga berkelanjutan di tengah ketegangan geopolitik.
Perak Mencapai Rekor Tertinggi di Tengah Indikator Ekonomi
Perak melonjak ke $90 per ons pada 14 Januari 2026, menandai rekor tertinggi baru di tengah peningkatan permintaan di pasar komoditas tradisional.
Harga perak yang rekor menyoroti sentimen investor yang menguat dan berdampak pada pasar global, meskipun tidak ada keterlibatan langsung cryptocurrency yang diamati.
Perak mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa lebih dari $90 per ons pada 14 Januari 2026. Lonjakan ini dikaitkan dengan permintaan safe-haven, data inflasi AS yang lebih lunak, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve.
Para ahli menyebut ketegangan geopolitik dan defisit pasokan yang persisten sebagai pengaruh berkelanjutan. Soni Kumari dari ANZ mencatat bahwa harga mungkin segera naik lebih lanjut. Pedagang ritel melakukan diversifikasi karena ketidakpastian ini, menurut analis pasar.
Kenaikan komoditas ini memicu efek riak pada pasar tradisional. Perak dan emas juga mencapai rekor tertinggi bersejarah, mencerminkan peningkatan permintaan di tengah melemahnya dolar. Ini menyoroti pergeseran strategi investasi di antara pelaku pasar yang berhati-hati.
Ekonom menyuarakan kekhawatiran tentang konsekuensi keuangan yang lebih luas. Pertumbuhan perak melampaui perkiraan sebelumnya, menantang dinamika pasar yang mapan. Wawasan keuangan dan tren pasar menunjukkan bahwa investor disarankan untuk memantau perkembangan geopolitik dengan cermat.
Analis pasar melihat potensi efek riak di berbagai industri, mengingat aplikasi industri kritis perak. Ini dapat berdampak pada biaya manufaktur jika tren ini berlanjut. Pengamat menarik paralel dengan lonjakan harga masa lalu, menunjuk pada pemicu ekonomi yang serupa.
Analisis ekonomi dan pembaruan pasar global menunjukkan perkembangan ini mungkin mendorong perhatian regulasi, membentuk kebijakan masa depan tentang material kritis. Ketika ketegangan global meningkat, lembaga keuangan mungkin menilai kembali pendekatan mereka terhadap perdagangan komoditas, mempersiapkan fluktuasi lebih lanjut.


