Kebanyakan Digital Asset Treasuries (DAT) kini menghadapi kerugian belum direalisasi yang makin besar seiring dengan terus turunnya kapitalisasi pasar aset kripto secara keseluruhan. Perusahaan-perusahaan yang percaya pada nilai jangka panjang XRP dan menyimpannya sebagai aset treasury, termasuk Evernorth, juga mengalami situasi serupa.
Meski menghadapi tantangan tersebut, sinyal dari investor ritel dan beberapa perkembangan positif dalam ekosistem Ripple memberikan harapan akan adanya potensi pemulihan harga XRP.
Evernorth Holdings, salah satu holder XRP terbesar di dunia, kini berada di bawah tekanan keuangan yang signifikan seiring harga XRP yang terus menurun.
Berdasarkan data CoinGecko, Evernorth saat ini memegang 473.276.430 XRP, yang mewakili sekitar 0,473% dari total suplai beredar. Nilai kepemilikan ini sekarang diperkirakan sekitar US$684,7 juta.
Perusahaan ini melakukan dua pembelian besar pada bulan Oktober dan November tahun lalu. sejak itu, perusahaan belum menambah posisi baru.
Data dari CryptoQuant menunjukkan kerugian belum direalisasi Evernorth meningkat secara perlahan beberapa bulan terakhir. Jumlah kerugian kini telah melebihi US$380 juta karena harga XRP diperdagangkan di bawah US$1,50.
BeInCrypto telah melaporkan situasi serupa di DAT lain. BitMine menghadapi nyaris US$7 miliar kerugian belum direalisasi sambil memegang lebih dari 4,28 juta ETH. Strategy juga mengalami penurunan lebih dari US$4 miliar karena harga Bitcoin turun di bawah US$71.000.
Penurunan harga XRP dan altcoin secara umum memberikan tekanan keuangan yang semakin berat bagi perusahaan-perusahaan ini. Upaya mengumpulkan modal baru melalui penerbitan saham atau utang berpotensi jadi lebih sulit. Investor cenderung ragu untuk membiayai perusahaan yang kinerja treasury-nya menunjukkan kerugian besar.
Pada skenario terburuk, perusahaan yang butuh dana cepat untuk melunasi utang atau biaya operasional bisa terpaksa menjual aset mereka dan mencatat kerugian. Tindakan seperti ini malah bisa menekan harga altcoin lebih dalam lagi.
Charles Edwards, founder Capriole Investment, menyampaikan bahwa model DAT adalah “ledakan leverage yang menunggu terjadi.” Dia membandingkan ekspansi pesat DAT dengan ledakan investment trust tahun 1920-an. Ia memperingatkan bahwa konsekuensi yang dihadapi pasar kripto saat ini bisa jadi lebih parah daripada kejatuhan Luna dan FTX.
Data Santiment menunjukkan bahwa investor ritel masih optimistis pada XRP di level harga saat ini. Hal ini berbeda dengan rasa pesimis yang meningkat terhadap Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Sikap optimistis ini nampaknya didorong oleh gelombang berita positif terkait XRP. Salah satu contohnya adalah integrasi Hyperliquid ke Ripple Prime, platform prime brokerage utama Ripple untuk institusi. Perkembangan penting lainnya adalah peluncuran XRPL Permissioned Domains pada 4 Februari 2026, setelah mendapatkan persetujuan lebih dari 91% validator.
Sementara itu, analis CryptoQuant CryptoOnchain menjelaskan bahwa open interest XRP di Binance turun ke level terendah sejak November 2024, yaitu tinggal US$405,9 juta.
Penurunan ini memberi sinyal adanya “flush” leverage besar-besaran. Dengan open interest yang sangat rendah, harga XRP menjadi tidak terlalu mudah dipengaruhi oleh volatilitas akibat long atau short squeeze. Kondisi ini mendukung reset pasar dan memperbesar peluang pemulihan yang lebih sehat.
namun, reli jangka pendek mungkin belum cukup untuk menutup kerugian belum terealisasi milik Evernorth. Dengan harga rata-rata masuk sekitar US$2,40, XRP perlu naik sekitar 70% dari US$1,43 pada waktu publikasi. Untuk mencapai level itu, dibutuhkan arus modal baru yang besar serta pemulihan pasar secara lebih luas.

