Cryptoharian – Ethereum (ETH), salah satu aset yang terseret turun oleh lesunya pasar global menjadi salah satu perhatian banyak trader dan investor serta para analis.
Salah satunya adalah Scient, yang menilai Ethereum kini berada di area teknikal yang sangat menentukan arah siklus berikutnya. Berdasarkan risetnya terhadap harga, ia berpendapat bahwa sebaiknya trader berhenti mencari sinyal rumit dan cukup melihat struktur besar di timeframe bulanan, yakni puncak dan dasar dari bear market sebelumnya.
Scient menyebut, setelah puncak terbaru ETH pada dasarnya masih bergerak di dalam range bulanan raksasa antara US$ 900 hingga US$ 4.900.
“Area atas range itu sudah ‘disapu’ ketika ETH sempat naik mendekati US$ 4.900, namun kemudian turun lagi,” ungkap Scient.
Sementara itu, sisi bawah range yakni US$ 1.000 – US$ 900 dinilai sebagai zona demand dan likuiditas besar yang belum diuji ulang sejak dasar 2022. Inilah yang membuat Scient melihat resiko penurunan lanjutan masih terbuka jika level saat ini gagal bertahan.
Baca Juga: Influencer Kripto Ini Beberkan Kenapa Market Dump Parah
Fokus utama Scient saat ini adalah area 0,75 Fibonacci di sekitar US$ 1.750. Ia mengatakan level tersebut sebagai ‘titik kritis siklus’, yakni jika pasar ingin membentuk bottom atau setidaknya bottom sementara, maka area inilah yang secara struktur paling masuk akal untuk menjadi pijakan.
“Tapi jika ETH gagal bertahan di zona ini, harga kemungkinan akan rolling over untuk menguji kembali demand di dasar range, yakni US$ 1.000 – US$ 900,” ujarnya.
Dengan kata lain, skenario saat ini menurut Scient adalah bertahan di US$ 1.750 dan punya peluang pantulan, atau jebol dan membuka jalan ke area low siklus sebelumnya.
“Jangan overtrade, jangan mengada-adakan skenario. Ketika pasar sedang berada di level besar seperti ini, terlalu banyak transaksi justru sering jadi alasan akun pada bangkrut,” pungkas Scient.
Sementara itu berdasarkan data dari CoinGecko pada Sabtu (7/2/2026) pagi, harga Ethereum berada pada level US$ 2.058. Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 6.05 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

