SAFU (Secure Asset Fund for Users) milik Binance terus jadi sorotan setelah exchange itu mengonfirmasi pembelian Bitcoin baru.
Konversi terbaru ini membuat total kepemilikan dana tersebut menjadi 10.455 BTC, yang nilainya sekitar US$734 juta.
Akumulasi terbaru ini adalah bagian dari rencana yang lebih luas untuk mengubah seluruh cadangan US$1 miliar menjadi Bitcoin dalam periode 30 hari. Apakah langkah ini bisa memberi petunjuk tentang siklus pasar aset kripto yang lebih besar?
Binance kemudian mengonfirmasi transaksi tersebut, menyebutkan bahwa 4.225 BTC untuk Dana SAFU bernilai sekitar 300 juta stablecoin USD.
Dana SAFU, dididirikan pada tahun 2018, berfungsi sebagai cadangan asuransi darurat yang dibuat untuk melindungi aset pengguna jika terjadi peretasan atau kegagalan operasional.
Secara historis, dana ini didanai dari sekitar 10% biaya trading dan sebagian besar disimpan dalam stablecoin agar tetap cair dan mengurangi volatilitas.
Pendekatan tersebut berubah pada akhir Januari 2026, ketika Binance mengumumkan akan mengubah seluruh cadangan menjadi Bitcoin lewat pembelian bertahap supaya tidak mengganggu pasar.
Pembelian awalnya termasuk pembelian sekitar 1.315 BTC dan 3.600 BTC, lalu yang terbaru adalah penambahan 4.225 BTC.
Perubahan ini secara luas ditafsirkan sebagai sinyal kuat kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin, apalagi ketika pembelian tersebut menambah tekanan beli secara stabil di tengah sentimen pasar yang tidak pasti.
Selain dampak langsung pada likuiditas, sejumlah analis berpendapat bahwa perubahan alokasi SAFU secara historis sering bertepatan dengan titik balik besar di pasar aset kripto.
Pada Maret 2023, Binance mengonversi sekitar US$1 miliar cadangan SAFU ke dalam Bitcoin, Ethereum, dan BNB.
Setahun berikutnya, harga Bitcoin naik sekitar 250% dan Ethereum naik sekitar 160%. Kapitalisasi pasar aset kripto secara keseluruhan bertambah sekitar US$1,8 triliun.
Data dari Arkham juga memperlihatkan bahwa saat nilai total Dana SAFU melampaui US$1,2 miliar pada Maret 2024—kebanyakan karena kenaikan harga aset—Bitcoin pun sedang mendekati puncak siklusnya.
Hal ini membuat sejumlah trader berspekulasi bahwa nilai dan pergeseran alokasi SAFU bisa mencerminkan kondisi ekstrim pasar secara lebih luas, di mana nilainya naik mendekati puncak dan mulai berakumulasi ketika harga turun.
Meskipun teori ini semakin menarik perhatian, korelasi tidak selalu berarti kemampuan prediksi. Keputusan Binance bisa saja hanya mencerminkan pengelolaan kas yang bijak—membeli Bitcoin saat harga relatif murah agar kekuatan dana cadangan tetap terjaga dalam jangka panjang, meski kemungkinannya jarang dipakai.
Meski begitu, transparansi transaksi on-chain SAFU memberikan wawasan langka mengenai cara salah satu exchange terbesar industri mengelola risiko dan modal di tengah kondisi pasar yang volatil.
Binance bisa saja terus melanjutkan pembelian terjadwal ini hingga akhir Februari atau awal Maret 2026. Namun, apakah akumulasi SAFU benar-benar bisa menjadi indikator andal bagi titik balik siklus pasar, atau hanya sekadar menggambarkan perubahan yang sudah terjadi, mungkin baru akan terjawab di bulan-bulan mendatang.



Pasar
Bagikan
Bagikan artikel ini
Salin tautanX (Twitter)LinkedInFacebookEmail
Strategy Michael Saylor melakukan pembelian bitcoin yang sederhana