Chainlink (LINK) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul sinyal tekanan jual baru yang berpotensi menyeret harga lebih dalam. Setelah sempat mencatat pemulihan singkat dari level $7,19, data terbaru menunjukkan lonjakan besar aliran LINK ke exchange. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan bearish kembali mendominasi pasar.
Menurut data yang beredar, inflow LINK ke exchange melonjak sekitar 19% dalam satu hari, sebuah pola yang disebut mirip dengan tekanan jual yang terjadi pada akhir Januari. Lonjakan inflow ke exchange umumnya diasosiasikan dengan potensi aksi jual, karena token yang dipindahkan ke bursa sering kali disiapkan untuk dilepas ke pasar.
Kenaikan inflow tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa jika support $7,19 gagal bertahan, LINK dapat mengalami flush menuju area $5,00. Analis menilai level tersebut berpotensi menjadi target koreksi berikutnya seiring tekanan spekulatif meningkat.
Meski begitu, pasar juga mencatat adanya kemungkinan bahwa koreksi ini hanya bersifat sementara, karena sejumlah indikator menunjukkan bahwa investor besar belum sepenuhnya keluar. Beberapa pihak menilai penurunan tajam dapat menjadi fase shakeout, yaitu situasi di mana investor ritel terdorong menjual karena panik sebelum harga kembali pulih.
Di tengah kekhawatiran tekanan jual, data ETF Chainlink disebut masih menunjukkan sinyal positif. Disebutkan bahwa sejak peluncuran, LINK ETF belum pernah mencatat satu hari pun outflow. Kondisi ini dinilai mencerminkan bahwa minat institusional terhadap LINK masih relatif stabil meskipun harga mengalami volatilitas.
Hal ini menjadi faktor yang dipantau pasar, karena arus ETF sering dianggap sebagai indikator sentimen investor institusi terhadap aset kripto tertentu.
Baca juga: Harga Chainlink (LINK) di Ujung Tanduk: Tembus $10 Bisa Seret ke $7,15
Selain ETF, metrik dari situs resmi Chainlink juga menunjukkan bahwa layanan oracle Chainlink disebut telah memfasilitasi transaksi dengan total nilai mencapai $28,02 triliun. Angka tersebut dilaporkan terus meningkat, menandakan bahwa penggunaan jaringan Chainlink masih berkembang di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.
Di sisi lain, disebutkan pula bahwa cadangan strategis Chainlink yang didanai dari pendapatan (revenue-funded reserves) terus mengalami kenaikan, yang dinilai memperkuat keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang.
Sejumlah analis menyebut bahwa penurunan harga LINK saat ini kemungkinan masih dipengaruhi panic selling dari investor ritel. Namun, data juga memunculkan spekulasi bahwa investor besar atau smart money justru menunggu kesempatan untuk membeli di level lebih rendah, khususnya jika harga benar-benar turun ke area $5.
Peta volume juga menunjukkan sinyal “cooling”, yang diartikan sebagai meredanya tekanan jual dibanding sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sell-off besar mulai kehilangan tenaga, meskipun risiko penurunan masih tetap terbuka dalam jangka pendek.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Dengan demikian, LINK kini berada pada fase krusial. Jika level $7,19 gagal bertahan, pasar berpotensi melihat koreksi lebih dalam menuju $5. Namun, jika tekanan jual melemah dan akumulasi institusi tetap berlangsung, level tersebut juga dapat menjadi zona masuk strategis bagi investor yang menunggu harga diskon.
Menurut Tim Research Tokocrypto, pola inflow tinggi sering mendahului volatilitas/koreksi jangka pendek (tekanan jual retail), tapi divergensi dengan aksi whale/institusi (yang diam/akumulasi) adalah sinyal bullish tersembunyi. Area $5 disebut sebagai “generational entry point”.
Baca juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
The post LINK Terancam Fire Sale ke $5? Inflow Exchange Naik 19% appeared first on Tokocrypto News.


