Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, memulai kampanye publik baru di X yang nampaknya bertujuan memperkuat permintaan pengadilan ulangnya. Tapi, beberapa klaim yang Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, memulai kampanye publik baru di X yang nampaknya bertujuan memperkuat permintaan pengadilan ulangnya. Tapi, beberapa klaim yang

Sam Bankman-Fried dari FTX Dorong Narasi Sidang Baru dengan Klaim yang Diperdebatkan di X

2026/02/11 04:25
durasi baca 3 menit

Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, memulai kampanye publik baru di X yang nampaknya bertujuan memperkuat permintaan pengadilan ulangnya. Tapi, beberapa klaim yang ia gunakan untuk membela dirinya bertentangan dengan catatan pengadilan dan fakta yang sudah jelas.

Postingannya, yang diterbitkan beberapa hari setelah pengajuan permohonan pengadilan ulang, menggambarkan Bankman-Fried sebagai korban “lawfare” bermotif politik, serta menuduh jaksa melakukan pelanggaran, ada bias hakim, dan ada balas dendam terhadap mantan eksekutif FTX.

Namu, jika menelaah klaim-klaim tersebut, terlihat banyak kesalahan fakta dan logika yang lemah.

Klaim Gag Order dan Bias Hakim

Bankman-Fried mengklaim bahwa baik dirinya maupun Donald Trump pernah “dibungkam” oleh Hakim Lewis Kaplan.

Catatan pengadilan menunjukkan bahwa perbandingan ini tidak akurat. Kaplan memang memimpin kasus perdata pencemaran nama baik Trump dan memberlakukan pembatasan perilaku di ruang sidang, bukan perintah pembungkaman publik secara formal.

Sebenarnya, perintah pembungkaman pidana terhadap Trump dikeluarkan oleh hakim lain dalam kasus yang tidak ada kaitannya.

Berbeda dengan itu, Bankman-Fried justru menerima perintah pembungkaman pidana setelah ia berulang kali melanggar syarat pembebasan sebelum sidang — ini adalah respons standar hakim.

Argumen Solvabilitas yang Berulang Ditolak di Pengadilan

Bankman-Fried kembali bersikeras bahwa FTX “selalu solvent” dan menuduh jaksa telah salah menuduh dana milik nasabah dicuri.

Argumen tersebut menjadi inti pembelaannya di persidangan, tapi juri menolaknya setelah memutuskan bahwa aset nasabah memang telah disalahgunakan dan disalahartikan.

Selain itu, pengadilan federal secara konsisten memutuskan bahwa pemulihan aset setelah keruntuhan tidak bisa membuktikan secara retroaktif bahwa FTX pernah solvent saat aset disalahgunakan.

Mendistorsi Tindakan Jaksa Penuntut

Bankman-Fried juga mengklaim Trump telah “memecat” salah satu jaksa penuntutnya, yakni mantan pejabat SDNY, Danielle Sassoon.

Catatan publik menunjukkan Sassoon mengundurkan diri setelah menolak perintah DOJ dalam kasus korupsi yang tak terkait dengan kasus FTX. Ia tidak dipecat dan kepergiannya tidak memiliki hubungan langsung dengan perkara FTX.

Mengaitkan Langkah DOJ dengan Politik dan Regulasi Aset Kripto

Beberapa postingan juga menuduh pemerintah Biden menargetkan dirinya karena dia menentang Gary Gensler, pernah berdonasi ke Partai Republik, dan mewakili kepentingan aset kripto.

Walaupun Bankman-Fried memang aktif di Washington, tidak ada berkas pengadilan atau keputusan hakim yang mendukung klaim bahwa donasi politik atau kegiatan lobi regulasi jadi penyebab utama tuntutan hukum ini.

Hakim memutus kasus ini berdasarkan bukti dokumen, pesan internal, dan kesaksian para saksi.

Faktanya, pendiri FTX sendiri pernah secara langsung menyumbang ke kampanye Joe Biden.

Sam Bankman-Fried Donasikan Lebih dari US$40 Juta ke Partai Demokrat pada 2022 | Sumber: OpenSecrets

Bankman-Fried juga membela mantan co-CEO FTX, Ryan Salame, dengan mengklaim Ryan dipaksa mengaku bersalah dan dilarang menghadirkan bukti yang bisa membebaskan dirinya.

Salame sendiri mengaku bersalah atas pelanggaran pembiayaan kampanye dan pengiriman uang, serta mengakui pengakuan itu di pengadilan. Catatan vonisnya tidak menunjukkan adanya temuan hakim bahwa bukti telah ditekan secara tidak sah.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi service@support.mexc.com agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.