Otoritas Pengawas Keuangan Inggris telah memulai proses hukum formal di Pengadilan Tinggi terhadap HTX, yang sebelumnya dikenal sebagai Huobi, dan "pihak-pihak tidak dikenal" terkait atas dugaan pelanggaran berulang terhadap aturan pemasaran cryptocurrency.
Tindakan ini menandai pertama kalinya regulator mengejar penegakan hukum di pengadilan yang secara khusus menargetkan perusahaan kripto atas promosi tidak sah kepada konsumen Inggris.
Kasus ini merupakan eskalasi dari pemberitahuan peringatan ke intervensi hukum langsung.
Otoritas Pengawas Keuangan telah bergerak untuk membatasi visibilitas dan aksesibilitas HTX di Inggris. Regulator secara resmi meminta Google dan Apple untuk menghapus aplikasi HTX dari toko aplikasi mereka di Inggris.
Selain itu, FCA meminta platform media sosial besar, termasuk TikTok, X, Meta, dan YouTube, untuk memblokir akun HTX bagi pengguna yang berbasis di Inggris.
HTX tetap terdaftar dalam Daftar Peringatan FCA atas perusahaan-perusahaan yang tidak berwenang, yang berarti pelanggan Inggris tidak memiliki akses ke Layanan Ombudsman Keuangan atau perlindungan kompensasi.
Sejak Rezim Promosi Keuangan berlaku pada tahun 2023, FCA menuduh bahwa HTX gagal mematuhi aturan yang mengharuskan komunikasi pemasaran menjadi "adil, jelas, dan tidak menyesatkan."
Di antara contoh yang dikutip adalah tutorial situs web yang menyarankan pengguna dapat "membeli Bitcoin dalam satu menit" atau "mempelajari perdagangan spot dalam hitungan detik," serta promosi untuk produk pinjaman kripto berisiko tinggi yang disertai emoji api. Regulator berpendapat bahwa pesan seperti itu meremehkan risiko dan tidak memenuhi standar pengungkapan yang diperlukan.
FCA juga menyoroti struktur organisasi HTX yang tidak transparan dan menyatakan bahwa perusahaan tersebut berulang kali gagal terlibat secara konstruktif dengan upaya penjangkauan regulasi.
Meskipun HTX dilaporkan membatasi pendaftaran baru dari Inggris, regulator menemukan bahwa pelanggan Inggris yang sudah ada masih dapat mengakses platform dan melihat materi promosi yang dianggap melanggar hukum.
Meskipun Justin Sun berperan sebagai penasihat global untuk HTX, dia tidak disebutkan sebagai terdakwa dalam tindakan hukum FCA. Kasus ini bagaimanapun menarik perhatian baru pada visibilitas industrinya yang sedang berlangsung, termasuk investasinya yang baru-baru ini dilaporkan senilai $75 juta dalam usaha kripto World Liberty Financial milik keluarga Trump.
Tindakan penegakan ini berfokus pada perilaku pemasaran daripada peran penasihat atau investasi eksternal.
Proses Pengadilan Tinggi terjadi di tengah pengetatan regulasi yang lebih luas pada tahun 2026 di Inggris saat otoritas mempersiapkan implementasi Rezim Regulasi Komprehensif yang dijadwalkan pada Oktober 2027.
Keputusan FCA untuk meningkatkan penegakan melalui litigasi menandakan pergeseran menuju akuntabilitas yang lebih langsung untuk promosi kripto yang tidak sah. Daripada hanya mengandalkan peringatan dan permintaan kepatuhan, regulator tampaknya siap untuk mengejar upaya hukum formal untuk menegakkan standar pemasaran dalam sektor aset digital.
Hasil kasus ini dapat menjadi preseden tentang seberapa agresif otoritas Inggris mengawasi perusahaan kripto lepas pantai yang memasarkan kepada konsumen domestik di bawah kerangka promosi saat ini.
Postingan FCA Membawa HTX ke Pengadilan saat Exchange Terkait Justin Sun Menghadapi Tindakan Keras Inggris muncul pertama kali di ETHNews.


