Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan penting Anda tentang perkembangan utama di dunia aset kripto untuk hari ini.
Siapkan kopi Anda karena pasar kripto mungkin akan memasuki periode yang lebih penuh gejolak. Para analis memperingatkan bahwa volatilitas lebih besar bisa terjadi karena ketidakpastian ekonomi makro makin tinggi dan sentimen investor melemah, sehingga bisa menjadi momen penentuan sebelum pemulihan yang berarti benar-benar dimulai.
Standard Chartered memperingatkan bahwa pasar kripto bisa menghadapi satu gelombang tekanan jual terakhir sebelum pulih lebih luas. Berdasarkan bank tersebut, harga Bitcoin bisa turun ke US$50.000 dan Ethereum ke US$1.400 dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam catatan untuk klien, Geoff Kendrick, Head of Digital Asset Research bank tersebut, menjelaskan bahwa prospek jangka pendek tetap menantang karena tekanan dari situasi ekonomi makro yang semakin berat dan arus masuk ETF yang melemah.
Berdasarkan Kendrick, koreksi saat ini masih akan berlanjut sebelum pasar menemukan titik bawah yang kuat. Pada sisi bawah, dia memprediksi:
Meski prediksi jangka pendeknya bearish, Kendrick menyebut level-level harga ini sebagai titik beli strategis, bukan sebagai breakdown struktural.
Proyeksi yang telah direvisi ini menjadi penurunan signifikan dari target sebelumnya oleh bank tersebut, yaitu US$150.000 untuk Bitcoin dan US$7.500 untuk Ethereum, sebagaimana dilaporkan dalam US Crypto News baru-baru ini.
Meski demikian, Standard Chartered tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang setelah penurunan saat ini selesai terjadi.
Kendrick menegaskan bahwa kondisi ekonomi makro sangat membebani aset digital. Walaupun ekonomi AS mulai melemah, pasar belum memperhitungkan adanya pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.
Dengan dukungan likuiditas yang kemungkinan tertunda, perilaku investor kini berubah. Eksekutif Standard Chartered mengamati bahwa kepemilikan ETF aset digital semakin menurun (meski penurunannya masih terstruktur), dan rata-rata kepemilikan ETF Bitcoin kini turun sekitar 25%.
Penurunan kepemilikan ETF ini sangat penting karena exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot menjadi pendorong utama arus masuk investasi pada reli sebelumnya. Jika periode penarikan dana berlangsung lama, volatilitas penurunan bisa menjadi lebih besar jika sentimen pasar terus memburuk.
Meski memperkirakan kerugian lebih lanjut, Standard Chartered berargumen bahwa aksi jual saat ini berbeda secara filosofi dari tren turun kripto sebelumnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa aksi jual kali ini tidak seekstrem yang terjadi sebelumnya dan tidak ada platform aset digital yang kolaps (seperti di tahun 2022). Menurut Kenrick, hal ini menandakan bahwa kripto sebagai kelas aset semakin matang dan makin tangguh menghadapi tekanan.
Kekuatan struktural inilah yang pada akhirnya bisa mendukung fase pemulihan lebih kuat jika kondisi makro stabil dan ekspektasi likuiditas berubah.
Melihat ke depan melewati fase kapitulasi yang diharapkan, Standard Chartered memperkirakan pasar akan bangkit kembali hingga akhir tahun 2026.
Sekarang bank tersebut memproyeksikan harga Bitcoin di US$100.000 dan Ethereum di US$4.000 pada akhir tahun 2026, sementara aset digital lain kemungkinan akan “ikut mengikuti para aset utama.”
Standard Chartered memproyeksikan harga Bitcoin akan turun ke US$50.000 sebelum pulih kembali. Jika itu terjadi, maka harga Bitcoin turun 26% dari level saat ini.
Berikut ini ringkasan berita kripto AS lain yang bisa Anda ikuti hari ini:
| Perusahaan | Harga Penutupan per 11 Februari | Ringkasan Pre-Market |
| Strategy (MSTR) | US$126,14 | US$127,54 (+1,11%) |
| Coinbase (COIN) | US$153,20 | US$154,29 (+0,71%) |
| Galaxy Digital Holdings (GLXY) | US$20,40 | US$20,46 (+0,29%) |
| MARA Holdings (MARA) | US$7,56 | US$7,64 (+1,06%) |
| Riot Platforms (RIOT) | US$14,80 | US$14,89 (+0,41%) |
| Core Scientific (CORZ) | US$18,09 | US$18,19 (+0,55%) |

