Emas dan perak anjlok tajam pada Kamis, mengguncang pasar yang sudah waspada di tengah meningkatnya tekanan finansial di AS.
Emas spot turun lebih dari 3% dan perak terjun lebih dari 10%, membalikkan sebagian reli mereka belakangan ini.
Pada waktu publikasi, emas diperdagangkan di harga US$4.956, turun 3,97%, sementara perak diperdagangkan pada US$76,74 setelah turun 10,65% dalam 24 jam terakhir.
Aksi jual mendadak ini membuat analis dan investor bertanya-tanya apakah sedang terjadi penyesuaian ulang harga aset riil secara lebih luas.
Pelemahan logam ini terjadi di tengah tekanan ekonomi yang makin intensif. Selama tiga minggu terakhir, 18 perusahaan AS dengan utang lebih dari US$50 juta telah mengajukan kebangkrutan.
Perlu dicatat, ini adalah laju tercepat sejak pandemi dan hampir mendekati tingkat terakhir yang terlihat saat krisis finansial 2009.
Sementara itu, The Fed New York menyampaikan dalam siaran pers bahwa utang rumah tangga kini mencapai rekor US$18,8 triliun. Total owe KPR, kredit kendaraan, tagihan kartu kredit, dan pinjaman mahasiswa seluruhnya berada di titik tertinggi sepanjang sejarah.
Tunggakan serius kartu kredit naik menjadi 12,7% pada kuartal 4 2025, level tertinggi sejak 2011, dengan rumah tangga muda paling merasakan tekanan.
Kondisi seperti ini biasanya muncul di akhir siklus ekonomi dan sering mendahului intervensi kebijakan seperti pemangkasan suku bunga atau suntikan likuiditas.
Bitcoin juga masih mengalami tekanan, turun ke kisaran US$65.000 karena aset kripto pelopor ini tertinggal dari saham maupun aset safe haven tradisional dalam beberapa bulan terakhir.
Meski aset digital biasanya berperan sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi makro, tren terbaru menunjukkan mereka belum efektif menjalankan fungsi itu di siklus kali ini.
Analis terbagi pandangan, menawarkan interpretasi berbeda soal koreksi harga logam mulia. Sebagian berpendapat ini menunjukkan volatilitas jangka pendek dalam tren besar penyesuaian harga aset riil.
Namun, analis lain memperingatkan bahwa kondisi likuiditas yang masih ketat tetap mendominasi, dan kelemahan lebih lanjut mungkin bisa terjadi jika tekanan finansial terus meningkat.
Pengamat kebijakan kini memantau ketat respon The Fed. Ekonom Citi memproyeksikan pertumbuhan lapangan kerja melambat saat musim semi dan musim panas setelah data payroll Januari meleset dari ekspektasi, yang bisa memberi ruang untuk tiga kali pemangkasan suku bunga di 2026.
Secara historis, lonjakan kebangkrutan korporasi dan kredit macet konsumen biasanya mendahului pelonggaran moneter. Ini menandakan dukungan resmi biasanya hadir bila tekanan ekonomi sudah makin kasat mata di data-data.
Gabungan rekor utang rumah tangga, kebangkrutan yang mempercepat, dan harga aset riil yang melemah menandakan pasar sedang ada di titik kritis perubahan arah.
Apakah jatuhnya harga logam mulia saat ini hanya koreksi sesaat atau awal penyesuaian harga multi-tahun? Beberapa analis yang optimistis memperkirakan setelah emas terkonsolidasi di kisaran US$5.000, rotasi kembali ke aset digital bisa makin kencang.
Meski demikian, situasi saat ini menghadirkan peluang sekaligus risiko, jadi investor sebaiknya melakukan riset mereka sendiri.
Di tengah pasar yang sedang menghadapi tekanan keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, emas, perak, dan Bitcoin mungkin masih bisa turun lebih jauh. Sebaliknya, respons kebijakan yang menstabilkan justru dapat menjadi pemicu siklus repricing aset berikutnya.


