Harga XRP kembali tertekan dan turun di bawah level US$1,50, memperpanjang fase koreksi sekaligus memicu sinyal teknikal yang terakhir muncul hampir dua tahun lalu. Penurunan ini mendorong XRP diperdagangkan di bawah realized price, metrik on-chain yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi potensi titik dasar (bottom) pasar.
Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,38, sedikit di atas level support US$1,37. Kondisi tersebut menempatkan harga spot di bawah realized price, yang mencerminkan rata-rata harga beli seluruh koin yang beredar. Secara historis, ketika harga berada di bawah realized price, pasar cenderung memasuki fase kerugian agregat dan berpotensi mendekati area bottom, meskipun proses pemulihannya tidak selalu terjadi secara instan.
Dilaporkan BeInCrypto, tekanan jual terlihat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Data Santiment menunjukkan alamat yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 XRP mengurangi kepemilikan mereka. Dompet besar dengan kepemilikan antara 100 juta hingga 1 miliar XRP juga melakukan aksi jual agresif. Secara total, sekitar 350 juta XRP dilepas dalam lima hari terakhir, dengan nilai lebih dari US$483 juta. Distribusi oleh whale ini menambah tekanan jangka pendek dan meningkatkan volatilitas harga.
Namun di tengah aksi jual tersebut, arus dana institusional menunjukkan tren berbeda. Data CoinShares mencatat XRP membukukan inflow sebesar US$63,1 juta dalam pekan yang berakhir 6 Februari. Secara year-to-date, total arus masuk ke produk investasi XRP mencapai US$109 juta, melampaui performa Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada periode yang sama yang justru mencatat arus keluar bersih. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa sebagian investor institusi masih melihat prospek utilitas XRP, terutama dalam use case pembayaran lintas batas.
Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?
Dari sisi historis, pola serupa pernah terjadi pada 2022. Setelah reli besar pada awal 2021, XRP mengalami penurunan bertahap dan sempat diperdagangkan di bawah realized price pada Mei 2022. Fase bottom kala itu berlangsung hingga Maret 2023 sebelum pemulihan yang lebih solid terjadi. Jika pola tersebut terulang, XRP berpotensi mengalami periode konsolidasi lebih panjang sebelum reli berkelanjutan terbentuk.
Dalam jangka pendek, level US$1,52 menjadi area penting untuk direbut kembali sebagai support. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak menuju US$1,77 hingga menguji kembali level psikologis US$2,00. Sebaliknya, jika support US$1,37 ditembus secara meyakinkan, risiko penurunan ke US$1,26 bahkan US$1,12 semakin terbuka.
Dengan kombinasi tekanan jual dari whale dan dukungan arus dana institusional, pergerakan XRP saat ini mencerminkan fase transisi yang krusial. Apakah ini benar-benar awal pembalikan tren atau hanya konsolidasi sebelum penurunan lanjutan, akan sangat bergantung pada kekuatan permintaan dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Menurut Tim Research Tokocrypto, turun di bawah realized price sering berarti pasar masuk fase “loss-making” yang bisa menjadi zona akumulasi, tetapi pemulihan biasanya tidak instan dan berisiko konsolidasi panjang.
“Divergensi whale selling vs inflow institusional membuat struktur lebih “dua arah”: perlu bukti bahwa tekanan distribusi whale mereda dan demand spot mampu menyerap supply sebelum tren bullish valid,” ungkapnya.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post XRP Tumbang ke US$1,38, Tapi Kalahkan Bitcoin dan Ethereum? appeared first on Tokocrypto News.


