Harga Cardano (ADA) kembali tertekan dan diperdagangkan di kisaran US$0,2559, turun lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir setelah menembus area support US$0,26. Pergerakan ini membawa ADA ke level terendah sejak akhir 2024, dengan tekanan jual masih mendominasi di berbagai timeframe.
Secara teknikal, ADA kini berada di bawah seluruh exponential moving average (EMA) utama. EMA 20 hari berada di US$0,2987, EMA 50 hari di US$0,3450, EMA 100 hari di US$0,4155, dan EMA 200 hari di US$0,5151. Keempat EMA tersebut tersusun menurun dan membentuk area resistensi berlapis, memperkuat struktur tren turun yang telah terbentuk sejak puncak Agustus lalu.
Di sisi derivatif, data Coinglass menunjukkan open interest (OI) justru naik tipis 0,27% menjadi US$410,27 juta. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan harga, mengindikasikan bahwa sebagian trader membangun kembali posisi pada level yang lebih rendah, alih-alih menutup eksposur sepenuhnya. Namun, volume perdagangan turun 14,62% menjadi US$715,53 juta, mencerminkan partisipasi pasar yang melemah.
Dilaporkan Coinedition, rasio long/short masih condong ke sisi long, masing-masing 2,11 di Binance dan 2,29 di OKX. Kondisi ini menunjukkan bahwa leverage masih relatif optimistis meskipun harga terus melemah, sehingga meningkatkan risiko likuidasi jika penurunan berlanjut.
Dari sisi pasar spot, arus keluar bersih sebesar US$1,56 juta tercatat pada 11 Februari. Meskipun tidak besar secara nominal, pola outflow yang konsisten selama beberapa pekan terakhir mengindikasikan pemegang aset lebih memilih mengurangi eksposur dibandingkan mengakumulasi di harga rendah.
Baca Juga: Harga Cardano Uji Level US$0,2775, Sinyal Awal Reli 360% ke US$1,35?
Pada grafik harian, ADA telah menembus seluruh support penting dan kini menguji level psikologis US$0,25. Penutupan harian di bawah level tersebut berpotensi membuka jalan menuju zona permintaan berikutnya di US$0,22, yang merupakan area terendah Oktober 2024. Sementara itu, tren garis menurun sejak Agustus terus membatasi setiap upaya pemulihan.
Dalam timeframe intraday 30 menit, harga bergerak dalam pola descending channel dengan batas bawah di sekitar US$0,2555. Relative Strength Index (RSI) berada di 35, mendekati area jenuh jual namun belum menunjukkan sinyal pembalikan yang jelas. Indikator MACD masih berada di wilayah negatif, memperkuat momentum bearish jangka pendek.
Prospek pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan ADA mempertahankan support US$0,25. Skenario bullish memerlukan pantulan kuat dengan volume tinggi serta penutupan di atas EMA 20 hari pada US$0,2987 untuk mengindikasikan pelemahan tren turun. Sebaliknya, jika level US$0,25 gagal dipertahankan, risiko penurunan lebih lanjut ke kisaran US$0,22 hingga US$0,20 semakin terbuka, sekaligus mencetak level terendah baru dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kombinasi breakdown harga + outflows spot mengindikasikan tren masih rapuh. Namun open interest yang tidak runtuh (bahkan sedikit naik) bisa berarti pelaku pasar mulai membangun posisi di level rendah, potensi setup volatilitas lanjutan.
“Konfirmasi reversal biasanya butuh reclaim MA/EMA kunci dan berhentinya outflow spot secara konsisten,” ujarnya.
Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Cardano Anjlok ke US$0,25, Siap Tembus US$0,22? appeared first on Tokocrypto News.
