Harga XRP (XRP) memperpanjang penurunan pada hari Rabu, menambah tren turun yang telah menghapus 44% nilainya sepanjang tahun lalu.
Di tengah situasi ini, seorang analis pasar menyoroti aktivitas perdagangan yang tidak biasa muncul dari exchange aset kripto terbesar di Korea Selatan, sehingga memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan dampaknya terhadap dinamika harga XRP.
Analis kripto Dom mengklaim telah menemukan apa yang ia sebut sebagai “jalur penjualan XRP bernilai miliaran dolar AS yang berlangsung hampir satu tahun.” Dalam sebuah thread yang dipublikasikan di X (sebelumnya Twitter), Dom menyebut temuannya didasarkan pada 82 juta perdagangan XRP/KRW tick-level di Upbit, beserta 444 juta perdagangan dari Binance sebagai perbandingan.
Berdasarkan analisanya, pasangan XRP di Upbit mencatat net negative cumulative volume delta setiap bulan selama 10 bulan terakhir.
Dom menyoroti beberapa bulan dengan negatif cumulative volume delta signifikan, termasuk April (-165 juta XRP), Juli (-197 juta XRP), Oktober (-382 juta XRP), dan Januari (-370 juta XRP). Secara total, ia melaporkan hanya 1 dari 46 minggu dalam periode sampel yang menunjukkan tekanan beli net positif.
Dom berpendapat penjualan ini nampaknya bersifat algoritmik. Antara 57% hingga 60% perdagangan dilakukan dalam waktu 10 milidetik—pola yang umumnya terkait dengan sistem otomatis. Ia juga mengamati bahwa order jual sering kali muncul dalam jumlah bulat seperti 10, 100, atau 1.000 XRP.
Di sisi lain, order beli seringkali berupa jumlah pecahan seperti 2,537 XRP, sesuai dengan pembelian ritel denominasi KRW-yang umum ditemui di Korea.
Selain itu, analis tersebut mengungkapkan bahwa dari April hingga September, XRP di Upbit dilaporkan diperdagangkan dengan diskon 3% hingga 6% dibandingkan Binance, yang disebutnya sebagai “reverse Kimchi Discount.”
Ia memperkirakan total aktivitas ini mencakup 3,3 miliar XRP, senilai US$5 miliar, dalam “net selling”. Ini setara dengan sekitar 5,4% dari total pasokan beredar token tersebut. Meski Dom tidak mengidentifikasi entitas spesifik di balik aktivitas ini, ia menggambarkan arus tersebut sebagai konsisten, berlangsung terus-menerus 24/7, dan mirip infrastruktur, bukan perdagangan diskresioner.
Ini penting karena penjualan berskala besar dan berkelanjutan berpotensi mempengaruhi dinamika harga di waktu mendatang. Arus jual yang konsisten bisa membatasi pergerakan naik, memperdalam penurunan di masa tekanan pasar, serta menyerap permintaan beli sebelum dapat mendorong kenaikan harga bermakna.
Dampaknya makin relevan mengingat XRP adalah aset paling sering diperdagangkan di Upbit pada 2025. Jika pola ini benar, berarti ada sumber suplai signifikan yang aktif di salah satu pasar XRP paling aktif di dunia, sementara peserta ritel sering di posisi berlawanan dalam perdagangan itu.
Jika tekanan jual itu berkurang atau berhenti, perilaku pasar secara keseluruhan sangat bisa berubah saat keseimbangan antara suplai dan permintaan menyesuaikan diri.
Temuan tersebut muncul ketika saldo XRP di Upbit mencapai level tertinggi dalam satu tahun, melebihi 6,4 miliar XRP dan mencakup hampir 10% dari suplai yang beredar.
Sebaliknya, cadangan di exchange Binance terus menurun sehingga mencerminkan perbedaan antara investor XRP Korea dan pelaku pasar di wilayah lain.
Jika kita lihat bersama, aksi jual struktural yang dilaporkan di Upbit dan kenaikan saldo XRP di exchange tersebut menunjukkan arus token yang terus beredar di platform tersebut. Di sisi lain, tren cadangan yang berbeda dan pola akumulasi yang terlihat di exchange lain menyoroti adanya perbedaan perilaku pasar wilayah.

