Harga XRP turun hampir 40% sejak 5 Januari, jatuh dari US$2,35 menjadi sekitar US$1,40. Pergerakan sebesar ini biasanya memicu aksi jual panik dan kerusakan janHarga XRP turun hampir 40% sejak 5 Januari, jatuh dari US$2,35 menjadi sekitar US$1,40. Pergerakan sebesar ini biasanya memicu aksi jual panik dan kerusakan jan

Crash 40% XRP Tak Goyahkan Holder Terkuat — Apakah US$1,70 Masih Mungkin?

2026/02/28 04:00
durasi baca 5 menit

Harga XRP turun hampir 40% sejak 5 Januari, jatuh dari US$2,35 menjadi sekitar US$1,40. Pergerakan sebesar ini biasanya memicu aksi jual panik dan kerusakan jangka panjang pada struktur pasar. Tapi, kali ini terjadi sesuatu yang sangat berbeda.

Bukannya makin mempercepat penurunan, satu kelompok holder tetap tenang, sedangkan kelompok lain yang lebih spekulatif justru diam-diam keluar. Di saat yang sama, leverage tetap seimbang dan arus dana institusi masih positif. Jika dilihat bersama-sama, berbagai sinyal ini mengisyaratkan bahwa crash XRP justru mungkin memperkuat fondasinya, bukan menghancurkannya.

Holder Spekulatif Jatuh — Menghilangkan Sumber Tekanan Jual Terbesar

Salah satu perubahan paling penting selama penurunan harga XRP adalah keluarnya holder spekulatif, seperti yang terlihat dari metrik HODL Waves yang membagi kelompok berdasarkan waktu kepemilikan. Ini adalah trader jangka pendek yang biasanya memegang hanya satu hari hingga satu minggu dan cenderung langsung menjual saat volatilitas meningkat.

Pada 8 Februari, para holder jangka pendek ini menguasai 2,29% dari total suplai XRP. Namun, pada 26 Februari, angka itu anjlok tajam menjadi hanya 0,579%. Ini berarti ada penurunan 74,7% dari porsi suplai spekulatif hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu. Semuanya terjadi saat harga juga turun.

Holder SpekulatifHolder Spekulatif: Glassnode

Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftarkan diri untuk menerima Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Pembersihan semacam ini penting, karena holder spekulatif sering memberikan tekanan jual terus-menerus saat terjadi rebound. Kini, keluarnya mereka menghilangkan suplai yang tidak stabil dan membuat harga lebih mudah untuk stabil. Sederhananya, “tangan lemah” sudah pergi. Risiko crash akibat kepanikan pada koreksi berikutnya jadi lebih kecil.

Tetapi, dengan menghapus holder lemah saja tidak otomatis membuat XRP kuat. Pertanyaan yang lebih penting adalah, apakah holder kuat juga bertahan?

Holder Jangka Panjang Tetap Kuat, Meski Harga XRP Turun 40%

Saat harga XRP ambruk, holder jangka panjang justru bertindak sangat berbeda.

Metrik Hodler Net Position Change digunakan untuk memantau apakah investor yang memegang aset setidaknya selama 155 hari sedang membeli atau menjual dalam periode 30 hari. Biasanya holder tipe ini dianggap paling cerdas karena mereka cenderung mengakumulasi saat kondisi pasar sedang melemah.

Pada 5 Januari, saat harga XRP berada di dekat US$2,35, holder jangka panjang menambah sekitar 47,3 juta XRP secara akumulasi bulanan. Lalu, per 26 Februari, usai harga XRP turun ke kisaran US$1,40 (turun 40%), perubahan posisi bersih mereka melonjak jadi sekitar 145,45 juta XRP, naik 200%.

Holder XRPHolder XRP: Glassnode

Ini artinya, holder terbesar dan paling sabar justru menambah kepemilikan saat harga terjun — kebalikan total dari perilaku panik.

Yang lebih penting, sejak pertengahan Februari, jumlah XRP milik mereka tetap stabil walaupun harga XRP bergerak antara US$1,21 dan US$1,52. Mereka tidak memangkas kepemilikan saat volatilitas melanda. Stabilitas semacam ini menjadi sinyal kuat. Ini menunjukkan investor dengan keyakinan terbesar tidak menganggap crash sebagai alasan untuk keluar. Sebaliknya, mereka nampaknya justru bersiap untuk pemulihan ke depan.

Langkah ini menciptakan basis holder yang lebih solid. Namun, kestabilan harga juga sangat dipengaruhi oleh posisi di pasar derivatif.

Leverage Seimbang XRP Melemahkan Risiko Crash Terbesar

Salah satu alasan utama kenapa crash kripto bisa semakin parah adalah ketidakseimbangan leverage yang ekstrem. Kalau terlalu banyak trader mengambil posisi yang sama, likuidasi paksa bisa makin memperbesar fluktuasi harga.

Ethereum saat ini dengan jelas memperlihatkan risiko tersebut. Pada kontrak perpetual ETH/USDT di Binance, leverage long mencapai hampir US$976 juta sementara posisi short sekitar US$576 juta. Ini berisiko menyebabkan likuidasi besar jika harga turun.

Leverage ETH: Coinglass

Namun, posisi XRP terlihat sangat berbeda.

Pada Binance, kontrak perpetual XRP mencatat leverage long sekitar US$74,93 juta dan leverage short sebesar US$69,14 juta. Angka ini hampir seimbang pada periode yang sama dengan ETH.

Peta LikuidasiPeta Likuidasi XRP: Coinglass

Keseimbangan ini sangat penting. Artinya, XRP tidak punya klaster besar pembeli overleverage yang bisa terhapus jika harga ambruk. Di sisi lain, situasi ini juga menghindari posisi short yang terlalu padat dan bisa mengacaukan harga.

Leverage yang seimbang menciptakan struktur pasar yang lebih sehat. Ini membuat harga lebih bergerak berdasarkan permintaan sebenarnya, bukan akibat likuidasi paksa. Posisi yang lebih sehat ini pun terlihat pada aliran dana institusi dan struktur teknikal.

Arus Institusional dan Struktur Harga XRP Kini Buka Jalan Menuju US$1,70

Saat banyak aset kripto besar mengalami permintaan ETF yang lemah di bulan Februari, produk investasi terkait XRP tetap mendapatkan arus masuk yang stabil. Ini menunjukkan partisipasi institusi tidak runtuh saat XRP mengalami penurunan. Tidak ada minggu dengan arus keluar bersih signifikan pada produk investasi yang terhubung ke XRP.

Arus masuk institusi menjadi penting sebab mereka mewakili modal jangka panjang. Berbeda dengan trader spekulatif, institusi biasanya tidak bereaksi terhadap volatilitas jangka pendek. Keterlibatan mereka yang konsisten membantu menstabilkan pasar di masa penuh ketidakpastian.

Arus ETFArus ETF: SoSo Value

Ketika perilaku holder tetap kuat dan leverage tetap seimbang, ini memperkuat fondasi pemulihan XRP. Perbaikan struktur ini kini mulai sejalan dengan pola teknikal kunci.

Pada grafik 8 jam, XRP nampaknya sedang membentuk pola cup-and-handle. Ini merupakan struktur lanjutan bullish yang sering muncul sebelum terjadinya breakout ke atas. Handle terbentuk setelah XRP mengalami koreksi sekitar 7% dari level tertingginya pada 25 Februari lalu, yang menciptakan zona konsolidasi.

Struktur Harga XRPStruktur Harga XRP: TradingView

Struktur ini sekarang menjadi penentu level penting ke depan. Jika XRP bertahan di atas US$1,38, struktur bullish masih terjaga. Tapi, bila harga turun di bawah level ini, momentum akan melemah.

Jika bergerak turun di bawah US$1,31, pola bullish akan terinvalidasi sepenuhnya. Untuk sisi atasnya, XRP harus lebih dulu menembus US$1,42 agar konfirmasi breakout handle terjadi. Level breakout yang lebih krusial berada di US$1,52, yaitu dekat bagian neckline dari pola cup-and-handle ini.

Analisis Harga XRPAnalisis Harga XRP: TradingView

Jika XRP berhasil breakout di atas US$1,52, proyeksi teknikal mengarah ke sekitar US$1,71 (zona US$1,70). Dalam skenario breakout yang lebih kuat, pergerakan bisa berlanjut hingga US$1,86 tergantung seberapa kuat breakout dan di mana neckline ditembus.

Saat ini, crash yang terjadi pada XRP sepertinya justru menghasilkan sesuatu yang tak terduga. Kondisi ini malah membuat struktur aset menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi crypto.news@mexc.com agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.