Cryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali menguji level US$ 70.000 pada Rabu setelah memantul dari titik terendah Selasa di US$ 62.500. Pemulihan ini ditopang arus mCryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali menguji level US$ 70.000 pada Rabu setelah memantul dari titik terendah Selasa di US$ 62.500. Pemulihan ini ditopang arus m

Pemulihan Bitcoin ke US$70.000 Belum Pulihkan Kepercayaan Derivatif

2026/02/28 13:01
durasi baca 3 menit

Cryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali menguji level US$ 70.000 pada Rabu setelah memantul dari titik terendah Selasa di US$ 62.500. Pemulihan ini ditopang arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot yang membantu menenangkan sentimen pasar.

Namun, pergerakan tersebut belum cukup untuk memulihkan kepercayaan di pasar derivatif, di mana trader masih menilai ada faktor-faktor mendasar yang menahan peluang reli berkelanjutan menuju US$ 75.000.

Produk ETF Bitcoin yang terdaftar di Amerika mencatat US$ 764 juta net inflow dalam dua hari, menutup sebagian arus keluar sekitar US$ 1,2 miliar yang terjadi selama delapan hari bursa sebelumnya. Pola arus dana semacam ini sering dikaitkan dengan aktivitas institusional dan menunjukkan adanya permintaan yang muncul ketika harga turun, khususnya saat Bitcoin jatuh di bawah US$ 65.000. Meski demikian, minat untuk mengambil posisi long berleverage di pasar futures justru melemah.

Indikator kunci yang sering dipakai untuk mengukur selera resiko pada futures adalah annualized premium (basis) terhadap pasar spot. Pada Kamis, premium tahunan Bitcoin futures tercatat hanya sekitar 2 persen, jauh di bawah ambang netral 5 persen yang biasanya mencerminkan minat long yang sehat.

Lemahnya, basis ini menunjukkan trader belum mau membayar ‘harga leverage’ untuk bertaruh pada kenaikan yang lebih jauh. Kondisi ini disebut berlanjut sejak 31 Januari, ketika Bitcoin kehilangan support US$ 85.000 setelah bertahan lebih dari sembilan bulan.

Di pasar opsi, sinyal kehati-hatian terlihat lebih jelas. Put options (perlindungan penurunan) diperdagangkan dengan premi sekitar 14 persen dibanding call pada Kamis, sebuah skew yang berada di luar zona netral normal -6 persen hingga +6 persen.

Meski metrik ini membaik dari level 28 persen yang mencerminkan ‘panic’ pada Selasa, pemulihan harga ke US$ 70.000 belum cukup untuk mengubah sikap pelaku profesional yang tampak lebih fokus melindungi resiko downside ketimbang mengejar upside.

Perdebatan pasar kemudian bergeser dari ‘apakah ETF menopang harga’ menjadi ‘apa yang menahan reli’. Seiring Bitcoin turun sekitar 32 persen dalam tujuh pekan, muncul berbagai teori yang belum terbukti, mulai dari dugaan adanya entitas tertentu yang memengaruhi pasar hingga faktor struktural yang memicu distribusi.

Baca Juga: Berapa Nilai 500 Juta SHIB Jika “Hapus Satu Nol” ke US$ 0,00001?

Salah satu narasi yang kembali diangkat adalah episode guncangan besar 10 Oktober 2025 yang menghapus sekitar US$ 19 miliar posisi leverage di sektor kripto, bertepatan dengan memanasnya isu tarif Amerika-Cina.

Setelah kejadian itu, Binance dilaporkan membayar kompensasi kepada pengguna akibat likuidasi yang dikaitkan dengan isu teknis seperti error oracle dan latency, sementara mantan CEO Binance Changpeng ‘CZ’ Zhao membantah tudingan bahwa bursa sengaja memicu crash.

Narasi lain yang ikut menekan sentimen adalah kekhawatiran tentang quantum computing, terutama setelah langkah strategis Jefferies Christopher Wood yang menghapus Bitcoin dari portofolio model ‘Greed and Fear’ pada Januari, dengan alasan resiko keamanan jangka panjang. Di sisi pengembangan, muncul dorongan menuju kriptografi pasca-kuantum, termasuk draft proposal BIP-360.

Belakangan, nama perusahaan perdagangan kuantitatif Jane Street juga ikut terseret ke diskusi pasar setelah adanya gugatan dari administrator Terraform Labs terkait dugaan transaksi yang mempercepat runtuhnya Terra Luna pada Mei 2022.

Filing 13-F Jane Street mengungkap eksposur pada iShares Bitcoin Trust (BlackRock) dan saham perusahaan penambang Bitcoin, tetapi Julio Moreno dari CryptoQuant menilai aktivitas semacam itu lazim dalam strategi delta-neutral, sehingga tidak otomatis menjadi bukti adanya tekanan jual arah tertentu.

Pada akhirnya, penjelasan yang lebih sederhana juga ikut menguat, yakni pasar global sedang dalam fase risk-off. Turunnya saham Nvidia sekitar 5 persen pada Kamis meski laporan kinerjanya kuat dipandang sebagai sinyal bahwa investor semakin menghindari resiko, kondisi yang sering membuat aset seperti Bitcoin sulit merebut kembali level resisten besar seperti US$ 75.000.

Peluang Pasar
Logo Bitcoin
Harga Bitcoin(BTC)
$63,633.91
$63,633.91$63,633.91
-3.72%
USD
Grafik Harga Live Bitcoin (BTC)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi crypto.news@mexc.com agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.