Cryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali tertekan hingga turun ke sekitar US$ 63.000, memicu aksi profit taking di kalangan trader yang sebelumnya mengambil posisi short. Salah satu analis teknikal populer, yakni Lennaert Snyder mengatakan ia telah menutup 80 persen dari posisi short swing dan day trade miliknya di area tersebut, sambil menyisakan 20 persen untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan lanjutan menuju titik terendah terbaru.
“Volatilitas kali ini dipicu oleh ketegangan geopolitik, sehingga saya tidak perlu terburu-buru membuka posisi baru,” ungkap Snyder.
Ia juga menegaskan tidak aktif trading saat akhir pekan, dan lebih memilih menunggu struktur harga yang lebih jelas memasuki pekan depan.
Fokus utama Snyder ada pada reaksi pasar jika Bitcoin menembus low US$ 62.422. Menurutnya, bila level itu ‘diambil’ lalu muncul sinyal pembalikan dengan probabilitas tinggi, ia mempertimbangkan untuk long dengan target ke area likuiditas di sekitar US$ 65.686.
“Level ini merupakan magnet likuiditas jangka pendek yang wajar yang disentuh jika terjadi pantulan,” ujarnya.
Namun Snyder juga menyiapkan skenario lanjutan setelah level US$ 65.686 diuji. Jika harga melakukan retest dan muncul konfirmasi penolakan, ia akan kembali mencari setup short. Sebaliknya, bila harga justru mampu reclaim level tersebut dan bertahan, ia membuka peluang untuk tetap long mengikuti perbaikan struktur.
“Saat kita menguji ulang level sekitar US$ 65.686, saya mencari peluang jual setelah konfirmasi atau beli setelah pemulihan,” kata Snyder.
Baca Juga: Bitcoin vs Emas, Analis Fidelity Nilai Emas Mahal Relatif terhadap BTC
Sementara itu, analis lain bernama ‘More Crypto Online’ menilai Bitcoin kemungkinan sudah membentuk local low dan kini bergerak menuju zona resistensi pertama di US$ 65.609 hingga US$ 68.457. Ia menekankan bahwa support yang dipantau selama tiga pekan terakhir masih bertahan, dengan harga tetap berada di atas US$ 62.594.
“Selama level itu tidak jebol, struktur besar masih berupa sideways range (konsolidasi lebar), bukan tren naik yang benar-benar baru,” paparnya.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa pasar masih menyimpan resiko penurunan lanjutan. Fokusnya saat ini adalah mencari penurunan lima gelombang (five-wave decline) pada timeframe rendah.
Jika pola itu muncul, probabilitas meningkat bahwa Bitcoin bisa memasuki gelombang kelima yang lebih besar ke bawah.
“Satu cara untuk mengurangi resiko downside dalam waktu dekat adalah break yang bersih melewati zona resistensi,” paparnya.
Menariknya, ia menyisipkan pelajaran singkat soal mikrostruktur dalam pasar yang bergerak sideways. Dalam range multi-minggu, menurutnya, wajar jika setup kecil di timeframe rendah sering ‘rusak’, banyak overlap, memicu fakeout dan membatalkan impuls kecil dengan cepat.
“Pergerakan lima gelombang pada pola chart 15 menit tidak otomatis berarti tren besar, karena ‘derajat’ gelombang dan konteks timeframe lebih tinggi jauh lebih menentukan,” tulis More Crypto Online.

Pi Network Bersiap untuk Peningkatan Performa, Keamanan, dan Fitur Baru
Pi Network terus berkembang