Hyperliquid muncul sebagai pemenang langka di tengah eskalasi mendadak konflik militer di Timur Tengah antara AS, Israel, dan Iran.
Akhir pekan ini, exchange tersebut mencatat lonjakan perdagangan derivatif yang berfokus pada komoditas, dengan open interest untuk aset-aset ini mencapai level tertinggi sepanjang masa, yaitu lebih dari US$1,1 miliar.
Peningkatan tren ini terjadi karena para trader berusaha lindungi risiko geopolitik, sementara pasar keuangan tradisional tutup selama akhir pekan.
Alhasil, para pelaku pasar beralih ke platform berbasis blockchain ini untuk memperdagangkan kontrak perpetual futures sintetis yang terhubung dengan minyak, emas, perak, dan saham AS.
Perdagangan tanpa henti ini bisa terjadi berkat HyperLiquid Improvement Proposal 3, atau HIP-3, sebuah upgrade yang sudah ada sejak tahun lalu.
HIP-3 memberi kesempatan bagi para pengembang untuk meluncurkan pasar perpetual futures permissionless untuk aset apa pun yang punya harga publik yang andal, asalkan pembuatnya melakukan staking 500.000 token HYPE, native token platform ini.
Karena volatilitas akhir pekan ini, open interest pada HIP-3 berhasil memecahkan rekor sebelumnya di angka US$1,06 miliar.
Secara keseluruhan, platform Hyperliquid secara luas telah mengumpulkan hampir US$5,5 miliar dalam total open interest, serta meraih estimasi pendapatan protokol sekitar US$1,06 juta dalam kurun waktu 24 jam, menurut data dari DeFiLlama.
Selain itu, penyedia data Messari melaporkan bahwa pasar HIP-3 sudah menghasilkan volume perdagangan sebesar US$4,4 miliar pada akhir pekan hanya dalam bulan Februari saja.
Kemampuan platform untuk menarik volume pasar tradisional pun menarik perhatian tokoh-tokoh terkemuka di industri ini. Arthur Hayes, co-founder exchange kripto BitMEX, menyoroti perubahan struktur tersebut lewat media sosial X.
namun, kurangnya pengaman kepatuhan di platform ini bisa menimbulkan tantangan hukum besar di kemudian hari.
Menawarkan saham sintetis AS kepada investor ritel tanpa protokol “know your customer” (KYC) atau lisensi broker-dealer terdaftar membawa risiko regulasi yang signifikan.
Praktik seperti ini bisa mengundang pengawasan dari Securities and Exchange Commission serta Commodity Futures Trading Commission di masa mendatang.
Meskipun ancaman ini tetap mengintai, native token platform ini tetap merespons positif lonjakan pengguna saat akhir pekan.
Data BeInCrypto memperlihatkan harga HYPE naik 13% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di atas US$30 pada waktu publikasi. Yang mencolok, ini menjadikan HYPE sebagai aset dengan performa terbaik di antara 20 aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.


