Harga Ethereum memasuki bulan Maret setelah Februari yang brutal dengan kerugian hampir 20%. ETH kini mencatat enam bulan berturut-turut berwarna merah mulai daHarga Ethereum memasuki bulan Maret setelah Februari yang brutal dengan kerugian hampir 20%. ETH kini mencatat enam bulan berturut-turut berwarna merah mulai da

Prediksi Harga Ethereum: Apa yang Bisa Diharapkan dari ETH di Maret 2026

2026/03/03 08:00
durasi baca 5 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di crypto.news@mexc.com

Harga Ethereum memasuki bulan Maret setelah Februari yang brutal dengan kerugian hampir 20%. ETH kini mencatat enam bulan berturut-turut berwarna merah mulai dari September 2025, sebuah rentetan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah token ini. Jika Maret pun berakhir negatif, maka akan menjadi tujuh bulan, semakin menegaskan penurunan terpanjang yang pernah dialami Ethereum.

Meski dalam sejarahnya Maret biasanya memberikan rata-rata return hampir 9% untuk ETH, kondisi saat ini nampaknya membuat sejarah tidak terlalu bisa dijadikan acuan. Berikut data-datanya.

Chart Mingguan Sudah Breakdown

Bahkan di Februari 2025, ketika harga turun hingga 32%, ETH sempat mencoba pulih dalam beberapa bulan berikutnya. Kali ini, tekanan jual terus-menerus terjadi, dan grafik mingguan menunjukkan penyebabnya. Enam bulan berturut-turut harga merah, tidak termasuk bulan Maret (baru terbentuk), jelas menunjukkan kondisi bearish yang kuat.

Ingin mengetahui insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Sejarah HargaSejarah Harga: CryptoRank

Sejak 7 April 2025, harga Ethereum bergerak dalam pola head-and-shoulders. Ini adalah pola pembalikan bearish, di mana puncak tengah (head) diapit oleh dua puncak lebih rendah (shoulders). Breakdown terjadi pada awal Januari 2026, dan bukan sekadar penurunan kecil, melainkan penembusan struktural.

Perhitungan pola ini memproyeksikan penurunan sekitar 53% dari garis breakdown, dengan target kurang lebih US$1.320. Walau level itu belum tercapai, polanya masih aktif dan belum terselesaikan.

Breakdown ETHBreakdown ETH: TradingView

Situasi semakin sulit karena dua crossover bearish tambahan mulai terbentuk pada Exponential Moving Average (EMA) mingguan, yang memuluskan data harga untuk menyoroti arah tren.

EMA periode 50 semakin mendekati EMA periode 100, dan EMA periode 20 juga sudah hampir bertemu dengan EMA periode 200. Crossover terakhir yang sudah terjadi — yaitu saat EMA 20 turun di bawah EMA 50 di awal Januari — diikuti dengan koreksi sebesar 46%.

Struktur Breakdown MingguanStruktur Breakdown Mingguan: TradingView

Jika kedua crossover baru ini terkonfirmasi, hal tersebut akan memperkuat tren bearish di timeframe yang lebih tinggi.

Outflow ETF Ethereum Tidak Menyediakan Lantai Institusional

Berbeda dengan Bitcoin, di mana arus keluar ETF spot terus menurun, ETF Ethereum justru makin memburuk. Februari mencatat arus keluar bersih US$369,87 juta — lebih tinggi dibanding Januari sebesar US$353,20 juta. Ini membalikkan tren perbaikan yang sebelumnya sempat memberi harapan di Januari, ketika arus keluar lebih kecil dari Desember yang mencapai US$616,82 juta.

Berarti sudah empat bulan berturut-turut terjadi arus keluar sejak November 2025, saat US$1,42 miliar keluar. Bulan terakhir dengan arus masuk positif terjadi pada Oktober 2025, yakni sebesar US$569,92 juta.

Arus ETFArus ETF: SoSo Value

Bagi harga Ethereum, ini artinya belum ada permintaan institusional yang menjadi dasar penahan harga menjelang Maret. Modal yang dulu mendukung ETH lewat ETF kini ditarik keluar, dan berbeda dengan Bitcoin, tekanan jualnya belum melambat.

Para Holder Sedang Membeli, Namun Ceritanya Semakin Rumit

Di tengah kondisi bearish ini, ada satu metrik on-chain yang menonjol. Para holder Ethereum — wallet yang sudah memegang ETH selama 155 hari atau lebih — secara tajam meningkatkan pembelian mereka. Pada 21 Februari, metrik perubahan posisi bersih holder hanya +6.829 ETH. Namun, pada 1 Maret, angkanya melonjak jadi +252.142 ETH, naik 3.500% yang sekilas terlihat sebagai keyakinan kuat.

Holder ETH Baru-baru Ini MembeliHolder ETH Baru-baru Ini Membeli: Glassnode

Tetapi konteks membuat sinyal ini jadi lebih rumit. Fase beli besar-besaran terakhir dari para holder utama dimulai pada 26 Desember 2025, saat harga Ethereum berada di kisaran US$2.920. Mereka terus melakukan akumulasi hingga harga naik ke US$3.350 pada 14 Januari. Setelah itu, persilangan EMA mingguan terjadi, lalu harga mulai turun tajam. Para holder ini masih terus membeli meski harga melemah. Posisi bersih mereka baru berubah negatif pada 2 Februari, ketika harga sudah jatuh ke US$2.340.

Holder ETH Kemungkinan TerjebakHolder ETH Kemungkinan Terjebak: Glassnode

Banyak dari holder ini kemungkinan besar kini terjebak di antara level US$2.340 dan US$3.350. Gelombang beli saat ini mungkin bukan menandakan keyakinan bullish baru, melainkan usaha mereka untuk menurunkan harga rata-rata beli agar bisa impas. Investor ritel perlu berhati-hati jika hanya mengikuti sinyal ini — karena motivasi beli mereka mungkin lebih karena bertahan, bukan strategi.

Tapi Ada Alasan Mereka Membeli; dan Level Harga Ethereum Kunci yang Perlu Diperhatikan

Jika para holder memang terjebak, mengapa mereka justru menambah eksposur sekarang, saat pasar sedang lemah? Mungkin grafik 12 jam memberi jawabannya.

Antara 12 Februari sampai 28 Februari, harga Ethereum mencetak lower low, tapi indikator Relative Strength Index (RSI) — oscillator momentum — justru mencetak higher low. Ini membentuk bullish divergence, yang menjadi sinyal melemahnya tekanan jual meskipun harga justru turun. Divergence ini sendiri sudah memicu kenaikan harga, karena harga Ethereum reli sekitar 11,7% dari level terendahnya.

Yang lebih penting, pergerakan naik ini membentuk pola inverse head and shoulders pada grafik 12 jam; sebuah struktur pembalikan bullish. Inilah yang sepertinya sedang diincar oleh para holder — breakout jangka pendek yang diharapkan bisa menutup kerugian akibat jebakan harga Januari lalu. Pola teknikal ini nyata ada, dan divergensi RSI juga sudah terkonfirmasi oleh kenaikan awal yang terjadi.

Struktur Jangka Pendek EthereumStruktur Jangka Pendek Ethereum: TradingView

Neckline pola ini berada di kisaran US$2.160–US$2.180. Jika harga Ethereum bisa ditutup di atas area ini, maka pergerakan yang diukur memproyeksikan potensi reli sekitar 19%, dengan target di kisaran US$2.590. Namun sebelumnya, level extension Fibonacci di US$2.050 dan US$2.400 bakal jadi zona resistance sementara.

Di sisi bawah, jika turun di bawah US$1.830, pola inverse head and shoulders jadi melemah. Penutupan di bawah US$1.790 akan membatalkan perkiraan bounce sepenuhnya, dan pola head and shoulders mingguan kembali mendominasi — sehingga target US$1.320 akan jadi pusat perhatian lagi.

Analisis Harga EthereumAnalisis Harga Ethereum: TradingView

Arah paling mungkin di bulan Maret akan meniru pola Bitcoin: percobaan rebound yang didorong oleh struktur 12 jam dan akumulasi para holder, lalu tekanan jual baru karena tren mingguan masih sangat bearish.

Kenaikan ini memang nyata, namun harus melawan tekanan breakdown yang jauh lebih besar.

Peluang Pasar
Logo Ethereum
Harga Ethereum(ETH)
$2,010.76
$2,010.76$2,010.76
-1.78%
USD
Grafik Harga Live Ethereum (ETH)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi crypto.news@mexc.com agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.