Postingan Hanya 0,03% Dunia yang Memiliki XRP: Analis Mengatakan Harga Tiga Digit Mungkin Terjadi pertama kali muncul di Coinpedia Fintech News
Total pasokan XRP dibatasi pada 100 miliar token, faktor yang membentuk prospek jangka panjangnya. Tidak seperti cryptocurrency yang ditambang, XRP telah ditambang sebelumnya oleh Ripple Labs, dengan sebagian besar masih disimpan dalam escrow dan dirilis secara bertahap, memberikan jadwal pasokan yang dapat diprediksi kepada pasar.
Analis kripto Levi berpendapat bahwa pasokan tetap ini dapat membuat kepemilikan XRP kecil sekalipun menjadi berarti jika adopsi global tumbuh. Dia mencatat bahwa hanya sebagian kecil dunia yang saat ini memiliki XRP, yang berarti kelangkaan dapat menjadi pendorong kuat pertumbuhan harga di masa depan.
Levi merangkum situasi dengan pengamatan sederhana:
Dia menunjuk pada data dari XRP Ledger yang menunjukkan bahwa jumlah dompet yang memegang XRP sangat kecil dibandingkan dengan populasi dunia. Meskipun ada jutaan akun di jaringan, banyak dari mereka tidak aktif atau dikendalikan oleh pengguna yang sama.
Setelah menyesuaikan dompet yang tidak aktif dan alamat duplikat, Levi memperkirakan bahwa hanya sekitar 2 hingga 3 juta orang di seluruh dunia yang benar-benar memegang XRP, mewakili sekitar 0,02% hingga 0,03% dari populasi dunia.
Faktor kunci lain dalam analisis Levi adalah bagaimana XRP didistribusikan di seluruh dompet.
Dia menjelaskan bahwa sebagian besar pemegang XRP memiliki kurang dari 500 token, sementara jumlah dompet yang memegang lebih dari 25.000 XRP menurun tajam. Rata-rata dompet memegang sekitar 8.648 XRP, tetapi kepemilikan besar relatif jarang.
Pada saat yang sama, sebagian besar pasokan XRP dikunci. Sekitar 33 miliar XRP berada dalam escrow, yang berarti tidak dapat masuk ke peredaran saat ini. Ini secara efektif mengurangi pasokan yang tersedia yang dapat diperdagangkan pasar.
Bagi analis, kombinasi pasokan terbatas dan basis pemegang kecil menciptakan dinamika penawaran-permintaan yang kuat jika adopsi meningkat.
Levi percaya tiga perkembangan besar dapat secara dramatis memperluas penggunaan XRP.
Pertama adalah adopsi institusional. Dia mencatat bahwa Ripple merancang XRP sebagai aset jembatan untuk pembayaran lintas batas, memungkinkan bank dan lembaga keuangan menyelesaikan transfer internasional secara instan tanpa memelihara akun yang didanai sebelumnya.
Jika bank besar, pemroses pembayaran, dan perusahaan remitansi mulai menggunakan teknologi ini dalam skala besar, jutaan pengguna dapat berinteraksi secara tidak langsung dengan XRP Ledger.
Kedua adalah pertumbuhan stablecoin dan tokenisasi. Jika aset keuangan seperti dana, perbendaharaan, atau sekuritas ditokenisasi di XRP Ledger, aktivitas keuangan sehari-hari dapat mengalir melalui jaringan.
Ketiga adalah ekspansi global, terutama di pasar Asia-Pasifik, di mana Ripple membangun kemitraan dan program pengembang.
Berdasarkan skenario adopsi ini, Levi memperkirakan bahwa jika jumlah pemegang XRP meningkat 100 kali lipat, harga token secara teoritis dapat naik mendekati $140 per koin, mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi triliunan.
Meskipun proyeksi seperti itu tetap spekulatif, pesan intinya sederhana: dengan persentase dunia yang saat ini memegang XRP sangat kecil, investor saat ini mungkin masih berada di awal siklus adopsi.
Tetap terdepan dengan berita terkini, analisis ahli, dan pembaruan real-time tentang tren terbaru dalam Bitcoin, altcoin, DeFi, NFT, dan lainnya.
XRP memiliki pasokan tetap sebesar 100 miliar token, dengan sebagian besar disimpan dalam escrow dan dirilis secara bertahap untuk mengontrol sirkulasi.
Hanya sekitar 2–3 juta orang yang memegang XRP, kurang dari 0,03% dari populasi dunia, menjadikannya aset yang langka dan berpotensi berharga.
Adopsi institusional, aset yang ditokenisasi, dan ekspansi global dapat meningkatkan penggunaan XRP, meningkatkan permintaan dan potensi pertumbuhan harga.
Dengan adopsi yang masih rendah, pemegang awal dapat memperoleh keuntungan jika lebih banyak orang dan institusi menggunakan XRP, yang berpotensi mendorong harga lebih tinggi dari waktu ke waktu.


