Cryptoharian – Salah satu influenzer mata uang kripto di media sosial X, Axel Bitblaze menyoroti kemungkinan BlackRock terpaksa menjual Bitcoin akibat tekanan yang terjadi di pasar private credit.
Menurut Bitblaze, beberapa peristiwa terbaru di sektor tersebut dapat memicu efek berantai yang berpotensi memengaruhi pasar kripto, khususnya melalui produk Bitcoin ETF milik BlackRock, IBIT.
Bitblaze menjelaskan bahwa dana private credit milik BlackRock senilai US$ 26 miliar baru-baru ini membatasi penarikan dana investor untuk pertama kalinya.
Investor diketahui mencoba menarik sekitar US$ 1,2 miliar, namun hanya sekitar US$ 620 juta yang berhasil diproses. Artinya, hampir 48 persen permintaan penarikan dana ditolak.
“Tekanan serupa juga terlihat di perusahaan lain. Blackstone dilaporkan harus menyuntiikkan US$ 400 juta dana internal setelah menghadapi penarikan dana besar dari investor. Blue Owl bahkan menghentikan penarikan dana secara permanen dan mulai menerbitkan IOU kepada investor,” ungkap Bitblaze.
Menurut Bitblaze, kondisi ini menunjukkan bahwa pasar private credit senilai sekitar US$ 1,8 triliun sedang menghadapi tekanan secara bersamaan.
Dampak ke Saham dan Manajer Aset Besar
Situasi tersebut juga tercermin di pasar saham.
Saham BlackRock dilaporkan turun sekitar 7 persen dalam satu hari, sementara sejumlah manajer aset besar lainnya seperti KKR, Apollo, Carlyle, Ares, dan TPG juga mengalami penurunan sekitar 5 persen hingga 7 persen pada hari yang sama.
Menurut Bitblaze, ketika investor tidak dapat menarik dana mereka dari investasi yang tidak likuid seperti private credit, mereka biasanya akan menjual aset lain yang lebih mudah dicairkan.
Bitcoin ETF Bisa Jadi Sumber Likuiditas
Dalam konteks ini, Bitblaze menilai ETF Bitcoin IBIT milik BlackRock menjadi salah satu aset paling likuid yang dimiliki perusahaan.
“Saat ini, IBIT diketahui memegang sekitar 764.000 BTC, yang bernilai sekitar US$ 52 miliar pada harga saat ini,” ujarnya.
Jika tekanan likuiditas meningkat, ETF tersebut berpotensi menjadi sumber likuiditas bagi investor.
Baca Juga: Bitcoin Kembali Tertekan di Hari Jumat, Analis Sebutkan Level yang Jadi Garis Pertahanan Terakhir
Data Tunjukkan Arus Keluar ETF
BitBlaze juga menyoroti sejumlah data yang menunjukkan adanya arus keluar dari ETF Bitcoin.
Beberapa angka yang ia soroti antara lain:
Selain itu, BlackRock disebut menjadi penjual terbesar pada minggu terakhir, dengan arus keluar sekitar US$ 303 juta dari IBIT dalam satu minggu.
Bitblaze juga menyoroti kondisi investor institusional yang membeli ETF Bitcoin.
“Harga rata-rata pembelian ETF berada di sekitar US$ 79.000, sementara harga Bitcoin saat ini berada di sekitar US$ 68.000. Artinya, rata-rata investor ETF saat ini mengalami sekitar 14 persen kerugian yang belum direalisasikan,” kata Bitblaze.
Ia juga menambahkan bahwa sekitar 45 persen dari seluruh suplai Bitcoin yang beredar saat ini berada dalam posisi rugi.
Risiko Spiral Likuiditas
Bitblaze menjelaskan, situasi ini berpotensi menciptakan spiral likuiditas.
Dalam skenario tersebut:
“Mekanisme ini mirip dengan spiral likuiditas yang sebelumnya memicu runtuhnya Terra Luna dan FTX, meskipun skala potensialnya kali ini jauh lebih besar,” pungkas Bitblaze.


