Cryptoharian – Algorand Foundation mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 25 persen dari total karyawannya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kondisi ekonomi global yang tidak menentu serta tekanan di industri kripto.
Dalam pernyataan resminya, organisasi tersebut menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil dengan mudah.
“Keputusan ini diambil sebagai respon terhadap ketidakpastian kondisi makro global serta penurunan yang lebih luas di pasar kripto,” ungkap pihak Algorand Foundation.
Algorand Foundation merupakan salah satu organisasi utama yang mendukung pengembangan blockchain Layer 1 Algorand. Berdasarkan data Linkedln, organisasi ini memiliki kurang dari 200 karyawan, sehingga pemangkasan ini cukup siginfikan.
Meski melakukan pengurangan tenaga kerja, pihak foundation menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk menyeleraskan sumber daya dengan prioritas jangka panjang, baik dari sisi teknologi, bisnis, maupun pengembangan ekosistem.
“Kami percaya langkah ini akan menciptakan struktur yang lebih berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan Algorand ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Mastercard Perluas Bisnis Kripto Lewat Akuisisi BVNK
Tren PHK di Industri Kripto
Langkah Algorand ini bukan kasus yang berdiri sendiri. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah perusahaan dan proyek kripto juga melakukan efisiensi.
Beberapa di antaranya adalah:
Selain itu, OP Labs juga dilaporkan melakukan pengurangan sekitar 20 karyawan, meskipun mereka menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari perubahan strategi, bukan karena tekanan finansial.
Kondisi Keuangan dan Ekosistem
Berdasarkan laporan transparansi terbaru, Algorand Foundation memiliki sekitar US$ 38 juta dalam aset berbasis dolar Amerika, dan sekitar 1,1 juta token ALGO.
Sementara itu, token ALGO saat ini berada di peringkat 78 berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sekitar US$ 805 juta.
Di sisi ekosistem, jaringan Algorand diketahui mendukung sekitar US$ 83 juta aset dunia nyata (real-world assets/RWA).
Kendati demikian, Algorand Foundation menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menjalankan misinya, yakni mendorong inklusi keuangan dan pengembangan teknologi blockchain.
Algorand sendiri didirikan pada tahun 2017 oleh Silvio Micali, seorang kriptografer MIT peraih Turing Award, yang dikenal atas kontribusinya dalam pengembangan zero-knowledge proofs.


