Cryptoharian – Analis kripto yang dikenal dengan nama Ash Crypto melihat adanya kemiripan kuat antara pergerakan harga Ethereum (ETH) saat ini dengan pola yang terjadi pada tahun 2025. Menurutnya, Ethereum baru saja menyelesaikan fase koreksi yang secara struktur hampir identik dengan periode kapitulasi sebelumnya.
Jika melihat ke belakang, pada kuartal kedua 2025 Ethereum sempat jatuh tajam hingga sekitar 64 persen dan menyentuh area US$ 1.385. Saat itu, tekanan jual sangat besar dan sentimen pasar didominasi ketakutan.
Menariknya, kondisi yang hampir sama kini kembali muncul, baik dari sisi pola harga, volume, maupun indikator teknikal seperti RSI yang kembali masuk ke area jenuh jual.
Pergerakan terbaru juga menunjukkan bahwa Ethereum sempat gagal turun lebih dalam setelah menguji area sekitar US$ 1.750.
Level ini kini menjadi titik penting yang menjaga struktur harga tetap stabil. Selama area tersebut bertahan, peluang untuk membentuk fase kenaikan baru masih terbuka.
Di luar teknikal, data on-chain justru memberi gambaran yang cukup kontras dengan sentimen pasar. Ketika investor ritel masih berada dalam kondisi ‘extreme fear’, investor besar terlihat terus mengakumulasi.
Baca Juga: Bagaimana Analisa 3 Koin Meme Berikut Saat Bitcoin Bertahan di US$ 70.000?
Dalam satu minggu saja, pembelian oleh whale dilaporkan mencapai lebih dari 500.000 ETH. Selain itu, jumlah ETH di exchange juga berada di level terendah dalam beberapa tahun, yang biasanya menandakan berkurangnya tekanan jual.
Kombinasi antara harga yang melemah dan akumulasi oleh pemain besar ini bukan hal baru. Dalam siklus sebelumnya, kondisi serupa justru menjadi awal dari pergerakan naik yang lebih besar.
Meski begitu, faktor makro tetap menjadi bayang-bayang. Suku bunga global yang masih tinggi dan sentimen risk-off di pasar tradisional bisa membatasi kenaikan dalam jangka pendek. Namun dalam jangka lebih panjang, fundamental Ethereum masih dinilai kuat, terutama karena perannya sebagai infrastruktur utama untuk berbagai aplikasi blockchain.
Saat ini, Ethereum memang terlihat ‘tenang’. Tapi seperti pola sebelumnya, fase seperti ini sering kali menjadi periode transisi sebelum pergerakan yang lebih besar terjadi.


