Jaksa Amerika Serikat menggugat sebuah surat yang diajukan ke Hakim Lewis Kaplan pada 19 Maret, yang mengaku berasal dari pendiri FTX yang telah divonis, Sam Bankman-Fried (SBF), di Federal Correctional Institution di Terminal Island, San Pedro.
Data pelacakan FedEx menunjukkan paket tersebut berasal dari Palo Alto dan Menlo Park, California, bukan dari fasilitas tahanan federal tempat SBF saat ini ditahan.
Surat ini ditujukan untuk mendukung permohonan SBF berdasarkan Aturan 33 untuk sidang ulang, yang diajukan sendiri pada Februari 2026. SBF kini menjalani hukuman penjara 25 tahun setelah juri pada November 2023 menyatakan dia bersalah atas tujuh dakwaan penipuan dan konspirasi terkait kehancuran FTX.
Amplop tersebut menunjukkan alamat pengirim “S. Bankman-Fried” di Terminal Island. Akan tetapi, alih-alih memakai tanda tangan tulisan tangan, surat itu hanya memuat tanda “/s/” yang diketik, format yang biasanya digunakan untuk pengajuan hukum elektronik, bukan korespondensi fisik dari dalam penjara.
Palo Alto dan Menlo Park berada di dekat Universitas Stanford, tempat orang tua SBF berprofesi sebagai akademisi. Keterkaitan lokasi ini langsung memunculkan pertanyaan, siapa sesungguhnya yang mengirim dokumen tersebut.
Surat mencurigakan tersebut muncul beberapa hari setelah Hakim Kaplan menegur ibu SBF, Barbara Fried, karena telah mengirimkan surat-surat tanpa diminta ke pengadilan atas nama anaknya.
Kaplan menerangkan bahwa Fried bukan merupakan anggota pengacara pengadilan, tidak pernah terlibat dalam kasus ini, serta tidak bisa memakai surat kuasa untuk meminta keringanan hukum.
Hakim juga memaparkan bahwa kantornya menerima pesan suara dari Fried, sambil mengingatkan bahwa pengadilan tidak menerima panggilan telepon dari pihak yang bersengketa ataupun keluarga mereka.
Para jaksa sudah mendesak Kaplan untuk sepenuhnya menolak permintaan sidang ulang SBF. Dalam dokumen penolakan tanggal 11 Maret, pemerintah menyebut klaim tersebut hanya daur ulang dan tidak cukup kuat secara hukum, berpendapat bahwa kesaksian saksi yang diajukan dari mantan eksekutif FTX Daniel Chapsky dan Ryan Salame tidak memenuhi syarat sebagai bukti baru yang ditemukan.
Sebuah surat yang justru dilacak berasal dari Silicon Valley, bukan dari sel penjara, semakin memperburuk kredibilitas upaya hukum yang sejak awal sudah bermasalah. Hakim Kaplan sendiri sejauh ini belum memutuskan permintaan berdasarkan Aturan 33 tersebut.

