Stablecoin Memperkuat Peran sebagai Lapisan Penyelesaian Utama dalam Kripto
Data terbaru dari Kaiko menunjukkan pasangan USD fiat menurun menjadi peran minoritas, hanya memegang 16,97% dari total volume spot di bursa terpusat. Ini merupakan kontras tajam dengan siklus sebelumnya ketika jalur yang terhubung dengan bank masih memiliki bobot yang berarti.
Pada tahun 2021, stablecoin mewakili 77,75% dari perdagangan spot USD, sementara pasangan fiat mencakup 22,25%. Sejak saat itu, keseimbangan terus bergeser, dengan stablecoin melewati ambang batas 80% selama periode 2024–2025 dan tidak berbalik lagi.
Data Kaiko membingkai pergeseran ini lebih dari sekadar peningkatan kenyamanan. Stablecoin secara efektif telah menjadi dolar operasional di dalam pasar kripto, menangani penyelesaian, likuiditas, dan penetapan harga di hampir setiap pasangan perdagangan utama.
Mekanismenya sederhana. Pasangan token fiat seperti BTC/USDT dan ETH/USDC menawarkan likuiditas yang lebih dalam, spread yang lebih ketat, dan akses sepanjang waktu tanpa hambatan yang terkait dengan jam perbankan tradisional atau penundaan penyelesaian.
Image source: KaikoAksesibilitas tersebut telah mendorong adopsi jauh melampaui meja perdagangan AS. Di wilayah yang menghadapi kontrol modal atau infrastruktur perbankan yang terbatas, stablecoin berfungsi sebagai jalur dolar paralel untuk pengiriman uang, penggajian, dan transaksi sehari-hari.
Metrik volume mencerminkan daya tarik global tersebut. Stablecoin yang didukung USD memproses ratusan miliar dolar dalam volume spot harian, sementara stablecoin berdenominasi euro tetap menjadi kesalahan pembulatan sebagai perbandingan, bahkan dengan kejelasan regulasi di bawah kerangka kerja MiCA Eropa.
Pangsa pasar di antara penerbit juga tetap terkonsentrasi. USDT Tether terus menguasai bagian terbesar dari aktivitas perdagangan, sering melebihi 80% dari volume yang didorong stablecoin, sementara USDC mempertahankan jejak yang lebih kecil namun tetap signifikan.
Perkembangan regulasi telah berperan dalam memperkuat tren tersebut. Kerangka kebijakan AS yang diperkenalkan pada tahun 2025 telah mendorong penerbitan dan kepatuhan, sementara bursa tanpa akses langsung ke perbankan AS semakin merutekan aktivitas melalui pasangan stablecoin.
Di platform AS yang diatur, pasangan fiat masih ada, tetapi jejak mereka terbatas. Tergantung pada tempat dan bulan, perdagangan USD langsung dapat turun ke angka puluhan rendah—atau bahkan angka tunggal—dari total volume.
Stablecoin juga berada di pusat keuangan terdesentralisasi (defi), menggerakkan pool likuiditas, pasar pinjaman, dan strategi yield. Peran mereka telah berkembang dari jaminan menjadi infrastruktur inti, menambatkan ekosistem terpusat dan on-chain.
Ada pertukaran. Konsentrasi pasar, transparansi cadangan, dan pengawasan regulasi tetap menjadi tema yang berkelanjutan, terutama karena stablecoin semakin mendekati skala jaringan pembayaran tradisional.
Namun, arahnya jelas. Stablecoin telah beralih dari peran pendukung ke panggung utama, secara diam-diam menggantikan jalur fiat di sebagian besar ekonomi kripto.
FAQ 🔎
- Berapa persentase perdagangan spot kripto yang menggunakan stablecoin?
Stablecoin menyumbang sekitar 83% dari volume perdagangan spot berdenominasi USD per Maret 2026. - Mengapa stablecoin menggantikan pasangan USD fiat?
Mereka menawarkan penyelesaian yang lebih cepat, likuiditas yang lebih dalam, dan akses 24/7 tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional. - Stablecoin mana yang mendominasi aktivitas perdagangan?
USDT memimpin dengan margin yang lebar, dengan USDC menjadi kontributor terbesar kedua. - Apakah pasangan perdagangan USD fiat masih ada?
Ya, tetapi mereka sekarang mewakili bagian yang lebih kecil dari aktivitas, terutama di bursa AS yang diatur.
Sumber: https://news.bitcoin.com/stablecoins-capture-83-of-usd-crypto-spot-trading-volume-as-fiat-pairs-fade-kaiko-finds/



