Cryptoharian – Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda sebesar AUD $10 Juta (sekitar Rp 100 miliar) kepada Binance Australia Derivatives setelah terbukti melanggar aturan perlindungan Investor.
Kasus ini berpusat pada kesalahan klasifikasi ratusan pengguna yang seharusnya masuk kategori investor ritel, namun justru diberi akses ke produk derivatif beresiko tinggi.
Pelanggaran ini berlangsung cukup lama, yakni dari Juli 2022 hingga April 2023.
Dalam periode tersebut, Binance mengakui adanya kelemahan dalam proses onboarding pengguna. Salah satu celah utamanya adalah sistem kuis yang bisa diulang berkali-kali hingga pengguna lolos sebagai ‘investor profesional’.
Artinya, pengguna yang sebenarnya tidak memenuhi syarat tetap bisa mendapatkan akses ke produk kompleks yang harusnya dibatasi.
Total ada 524 investor yang terdampak dari kesalahan ini.
Sebagian besar dari mereka, yakni lebih dari 460 orang diklasifikasikan sebagai investor canggih, padahal tidak memenuhi kriteria yang berlaku.
Akibat, kelompok ini mengalami kerugian sekitar AUD$ 8,66 juta, serta membayar biaya transaksi mencapai hampir AUD$ 3,9 juta.
Bahkan dalam satu kasus, ada pengguna yang langsung dianggap sebagai investor profesional hanya berdasarkan klaim pribadi tanpa verifikasi yang memadai.
Baca Juga: Ini Pengamatan JPMorgan pada Aset Bitcoin vs Emas Selama Konflik Geopolitik
Ketua dari ASIC, Joe Longo menegaskan bahwa masalah ini bukan sekedar kesalahan teknis, namun kegagalan dalam membangun sistem kepatuhan dasar.
Menurutnya, lebih dari 85 persen pengguna Binance di Australia saat itu terekspos produk berisiko tinggi tanpa perlindungan yang seharusnya mereka miliki.
Hal ini membuat banyak investor ritel menanggung kerugian yang sebenarnya bisa dihindari.
Sebelum denda ini dijatuhkan, Binance telah lebih dulu membayar kompensasi sekitar AUD$ 13,1 juta kepada pengguna yang terdampak pada 2023.
Selain itu, perusahaan juga telah menghentikan layanan derivatif di Australia dan mengembalikan lisensi operasionalnya secara sukarela.
Pihak Binance menyatakan bahwa masalah ini telah diidentifikasi sendiri, dilaporkan ke regulator, dan telah diselesaikan.
Untuk diketahui, produk derivatif memang menawarkan potensi keuntungan besar, tetapi juga membawa risiko tinggi. Karena itu, akses terhadap produk semacam ini harus benar-benar dibatasi hanya untuk investor yang memahami risikonya.


