PANews melaporkan pada 29 Maret, mengutip Washington Post, bahwa pejabat AS menyatakan Pentagon sedang mempersiapkan operasi darat selama beberapa minggu di Iran. Dengan ribuan tentara AS dan Marinir tiba di Timur Tengah, ini bisa menjadi fase baru yang berbahaya dari perang jika Presiden Trump memilih untuk meningkatkannya. Para pejabat mengindikasikan bahwa operasi darat potensial tidak akan menjadi invasi skala penuh, melainkan serangan gabungan oleh pasukan operasi khusus dan infanteri konvensional. Misi semacam itu dapat mengekspos personel AS terhadap berbagai ancaman, termasuk drone dan rudal Iran, tembakan darat, dan alat peledak improvisasi. Hingga hari Sabtu, tidak jelas apakah Trump akan menyetujui atau memveto semua atau sebagian dari rencana Pentagon.


