Pada hari Senin, 23 Maret, Presiden Trump mengumumkan jeda 5 hari atas serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Keputusan ini menambah nilai US$1,7 triliun pada saham AS, membuat harga minyak anjlok sebesar 15%, serta mendorong Bitcoin menembus US$70.000. Jeda ini kini diperpanjang hingga 6 April.
Di sisi lain, Teheran menyebut klaim ini sebagai ‘berita palsu’, sedangkan Israel sudah melanggar jeda yang ditetapkan Trump. Hampir seluruh keuntungan finansial itu lenyap dalam waktu kurang dari seminggu.
Jadi, apakah Donald Trump benar-benar melakukan pembicaraan yang produktif dengan Iran, atau ini hanyalah siasat agar pasar finansial diuntungkan dan pemain besar bisa cash out?
Kronologi dimulai pada hari Sabtu, 22 Maret. Trump mengunggah ultimatum 48 jam di Truth Social, menuntut Iran membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan ke pembangkit listriknya.
Batas waktu itu akan berakhir pada Senin malam, ketika pasar tradisional dibuka dan sepenuhnya terekspos.
Namun, alih-alih melanjutkan aksi, Trump mengunggah pada pukul 07.00 pagi ET hari Senin, menyebut adanya “pembicaraan yang sangat baik dan produktif” dengan Teheran. Ia mengumumkan penundaan selama 5 hari untuk semua serangan ke infrastruktur energi.
Jeda 5 hari ini berakhir pada Sabtu, 28 Maret. Tentu bukan hari yang dipilih secara acak.
Jika eskalasi berlanjut, posisi pasar jatuh di waktu likuiditas rendah yang juga selalu muncul sebelum setiap guncangan besar pasar era Trump sejak pertengahan 2025.
Pasar mulai bergerak sebelum pengumuman dipublikasikan. Antara pukul 06.49 dan 06.50 pagi ET, sekitar 6.200 kontrak futures Brent dan WTI diperdagangkan dengan nilai nominal mencapai US$580 juta.
Rata-rata di menit yang sama selama lima hari perdagangan sebelumnya sekitar 700 kontrak, menurut data Bloomberg yang dilaporkan Financial Times.
Pada waktu yang bersamaan, futures S&P 500 senilai US$1,5 miliar terbeli. Satu order ini langsung mendongkrak indeks hingga naik 0,3%. Empat belas menit kemudian, unggahan Trump muncul. Pada pukul 07.10 pagi ET, nilai S&P 500 bertambah sekitar US$2 triliun dalam valuasi.
Regulator AS dan Inggris kabarnya sedang memeriksa data ini. Belum ada tuntutan yang diluncurkan.
Respons dari Teheran sangat jelas. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut bahwa ini “berita palsu” yang bertujuan mengerakkan pasar finansial dan minyak.
Kementerian Luar Negeri menyebutnya sebagai perang psikologis yang memang bertujuan menurunkan harga energi dan membeli waktu untuk serangan selanjutnya. Pejabat mengakui mendapatkan pesan lewat perantara, tetapi menegaskan bahwa tak ada negosiasi langsung yang terjadi.
Pernyataan penolakan ini langsung membalikkan reaksi pasar. Harga minyak kembali naik. Saham menghapus sekitar setengah dari keuntungannya. BTC terkoreksi setelah sempat menyentuh US$70.000, menyebabkan US$265 juta posisi short kripto terlikuidasi hanya dalam 15 menit.
Senin bukanlah yang pertama kali. BeInCrypto telah mengikuti 11 pengumuman besar Trump yang menggerakkan pasar sejak November 2024, dan semuanya memiliki pola yang kini para trader sebut sebagai pola TACO, yaitu siklus aksi, crash, pembalikan arah, dan pemulihan.
Enam kali “serangan Jumat malam” yang terkonfirmasi antara Juni 2025 hingga Februari 2026 juga mengikuti logika yang sama. BeInCrypto menemukan ini merupakan pola 60 jam yang terus terulang pada semua kejadian tersebut.
Pola “Iran pause” adalah bentuk evolusinya. Alih-alih kejutan di hari Jumat dan pembatalan di hari Senin, kini hari Senin sendiri menjadi momen utamanya. Ultimatum diumumkan Sabtu. Kabar baik muncul Senin. Jendela eskalasi berikutnya terbuka lagi di Sabtu berikutnya.
Pakar politik dari Oxford, Richard Heydarian, memperingatkan di podcast BeInCrypto bahwa kerusakan ekonomi akibat konflik ini bisa mencapai angka triliunan, sedangkan manuver taktis Trump tetap mustahil untuk diprediksi.
Ekonom Stanford, Mordecai Kurz, juga dalam podcast BeInCrypto, menilai dinamika ini sebagai persoalan struktural akibat kekuatan swasta yang terpusat sehingga membuat masyarakat umum semakin rentan.
Jam berjalan selama 5 hari dan akan berakhir hari Sabtu. Jika polanya berlanjut, tajuk utama berikutnya akan muncul saat pasar tutup dan likuiditas sedang paling lemah.
Dalam 11 peristiwa yang didokumentasikan selama 16 bulan terakhir, pola ini belum pernah sekali pun patah.


