Cryptoharian – Data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan justru menjadi tekanan baru bagi pasar kripto. Bitcoin turun di bawah US$ 67.000 setelah rilis data menunjukkan pemulihan pasar kerja yang solid.
Laporan terbaru dari Bureau Labor Statistic mencatat penambahan 178.000 pekerjaan pada Maret, jauh di atas ekspektasi yang hanya 65.000. Angka ini juga menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2025.
Selain itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen lebih rendah dari perkiraan 4,4 persen. Data ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap tangguh, bahkan di tengah ketegangan geopolitik akibat konflik Iran-Amerika.
Kuatnya data tenaga kerja mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter.
Dengan kondisi ekonomi yang masih stabil, The Fed kini diperkirakan akan menahan suku bunga lebih lama dan lebih fokus pada pengendalian inflasi. Ini menjadi kabar buruk bagi aset berisiko seperti Bitcoin.
Pasalnya, pemangkasan suku bunga biasanya meningkatkan likuiditas di pasar, yang sering menjadi bahan bakar kenaikan harga aset kripto.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke Bawah US$ 66.000 Usai Ketegangan Terbaru AS-Iran
Setelah data dirilis, Bitcoin langsung terkoreksi dan diperdagangkan di sekitar USd $66.800.
Selain faktor makro, volatilitas Bitcoin juga perlu dipicu oleh jatuh tempo (expiry) opsi kripto.
Sekitar US$ 2,1 miliar kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum berakhir, dengan level ‘max pain’ Bitcoin berada di US$ 68.000. Karena harga saat ini berada di bawah level tersebut, potensi pantulan menjadi terbatas.
Data dari CME FedWatch menunjukkan bahwa pelaku pasar kini semakin kecil kemungkinannya untuk melihat pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Probabilitas penurunan suku bunga hingga Oktober berada di level yang sangat rendah. Bahkan untuk Desember, peluangnya hanya sekitar 12,8 persen.
Meski begitu, tidak semua pelaku pasar sepenuhnya sepakat.
Di platform prediksi seperti Polymarket, sebagian trader masih melihat peluang pemangkasan suku bunga, dengan probabilitas sekitar 55 persen pada Oktober dan 64 persen pada Desember.
Untuk saat ini, arah pasar masih cenderung lebih ditentukan oleh data ekonomi dan kebijakan The Fed dibandingkan faktor internal kripto itu sendiri.

