Senator Cynthia Lummis mendukung argumen Admiral Samuel Paparo soal Bitcoin (BTC) sebagai alat keamanan nasional, dan menyerukan Kongres untuk segera mengesahkan Clarity Act.
Lummis menanggapi pernyataan Paparo dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat tanggal 21 April, di mana kepala Komando Indo-Pasifik itu menjelaskan proof-of-work sebagai bentuk proyeksi kekuatan Amerika Serikat.
Dalam sebuah unggahan di X (Twitter), senator dari Wyoming itu mengatakan ia “sangat terkesan” dengan visi ke depan Paparo dan bagaimana ia memanfaatkan BTC untuk keamanan nasional.
Pernyataan tersebut muncul ketika Clarity Act menghadapi tenggat waktu penting. Lummis sebelumnya sudah memperingatkan bahwa Komite Perbankan Senat harus meloloskan RUU ini sebelum 25 April, atau berisiko kehilangan peluang hingga tahun 2030.
Dalam kesaksiannya, Paparo menyampaikan kepada para senator bahwa INDOPACOM mengoperasikan node Bitcoin secara langsung dan sedang aktif menguji protokol ini demi keamanan jaringan militer.
Ia menjelaskan bahwa protokol proof-of-work “menimbulkan biaya lebih besar” bagi pihak lawan dibandingkan pertahanan jaringan algoritmik konvensional saja.
Kesaksian ini sejalan dengan dorongan yang lebih luas dari tokoh militer dan pembuat kebijakan yang memandang proses mining BTC yang penuh energi sebagai penangkal terhadap serangan siber.
Selain itu, Menteri Keuangan Scott Bessent juga menyoroti Clarity Act sebagai prioritas utama untuk keamanan nasional.
Di sisi lain, industri kripto juga terus meningkatkan tekanan kepada Komite Perbankan Senat AS, mendorong mereka untuk segera memproses markup Clarity Act.
Hari ini, Blockchain Association dan Crypto Council for Innovation, bersama koalisi lebih dari 120 organisasi dari seluruh ekosistem aset digital, mendesak Komite Perbankan Senat untuk segera melakukan markup pada legislasi struktur pasar.
Langganan channel YouTube kami untuk menyimak insight para pemimpin industri dan jurnalis

