Bank internet-only Korea Selatan, K Bank, telah menandatangani kemitraan strategis dengan Ripple untuk menguji teknologi pembayaran luar negeri berbasis blockchain. Perjanjian ini berfokus pada pengiriman uang dan bertujuan untuk menilai apakah infrastruktur blockchain dapat meningkatkan kecepatan transaksi, efisiensi biaya, dan transparansi. K Bank dan Ripple sudah mengerjakan bukti konsep yang terkait dengan transfer luar negeri. Fase terbaru akan menguji transaksi on-chain dengan mitra di Uni Emirat Arab dan Thailand.
K Bank dan Ripple Perluas Uji Coba Pengiriman Uang
K Bank menyatakan perjanjian tersebut ditandatangani di kantor pusatnya di Seoul. Upacara penandatanganan dihadiri oleh CEO K Bank Choi Woo-hyung dan Direktur Pelaksana Asia-Pasifik Ripple Fiona Murray, bersama para pejabat dari kedua perusahaan.
Kemitraan ini memberikan K Bank akses ke jaringan global dan infrastruktur blockchain Ripple. Pemberi pinjaman berencana menguji bagaimana teknologi tersebut dapat mendukung model pengiriman uang luar negerinya yang sudah ada. Pekerjaan ini berpusat pada penggunaan pembayaran praktis, bukan peluncuran komersial penuh.
Ripple mengoperasikan Ripple Payments, sebuah jaringan keuangan global yang digunakan oleh lebih dari 100 perusahaan keuangan di seluruh dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012 dan telah memperluas kegiatannya di bidang pembayaran blockchain, aset digital, dan infrastruktur stablecoin.
K Bank menyatakan kemitraan ini juga akan mencakup area kerja sama yang lebih luas. Ini termasuk pengujian dompet digital, dukungan untuk layanan pengiriman uang luar negeri, dan kolaborasi yang lebih luas dalam aset digital.
Fase Kedua Menggunakan Dompet Palisade Ripple
K Bank sudah melakukan bukti konsep dengan Ripple untuk pengiriman uang luar negeri. Fase pertama menguji transfer melalui aplikasi terpisah. Fase kedua kini menilai stabilitas transaksi melalui tautan virtual antara akun nasabah dan sistem internal K Bank.
Tahap baru ini juga akan menguji transfer on-chain dengan mitra di UEA dan Thailand. K Bank telah menandatangani nota kesepahaman di kedua pasar tersebut untuk transaksi berbasis stablecoin. Uji coba ini dirancang untuk meninjau apakah jalur blockchain dapat mendukung pemrosesan pembayaran lintas batas yang lebih cepat.
K Bank menggunakan dompet internal selama fase pertama uji coba. Pada fase kedua, bank akan menggunakan dompet digital berbasis SaaS milik Ripple, Palisade. Alat ini akan mendukung pengujian seputar penerapan, kepatuhan, dan skalabilitas.
Bank tersebut menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upayanya untuk meninjau model pembayaran yang lebih efisien. Transfer luar negeri tradisional dapat melibatkan banyak perantara. K Bank kini menguji apakah sistem berbasis blockchain dapat mengurangi langkah-langkah tersebut sembari menjaga stabilitas transaksi.
Berita Ripple Berpusat pada Pembayaran Blockchain
Berita Ripple terbaru hadir saat lebih banyak lembaga keuangan menguji infrastruktur pembayaran berbasis blockchain. Kerja sama K Bank dengan Ripple berfokus pada pengiriman uang, salah satu kasus penggunaan perbankan yang paling umum untuk teknologi pembayaran lintas batas.
Uji coba ini tidak berarti K Bank telah meluncurkan produk pengiriman uang blockchain penuh. Pekerjaan saat ini masih berada pada tahap bukti konsep. Namun, fase kedua memindahkan pengujian lebih dekat ke sistem yang terhubung dengan akun dan transfer internasional berbasis mitra.
Ripple terus memperluas layanan terkait pembayarannya untuk bank dan perusahaan keuangan. Perusahaan ini meluncurkan stablecoin RLUSD pada tahun 2024 dan telah mengajukan permohonan piagam bank perwalian AS. Proses persetujuan masih berlangsung.
Uji coba pembayaran luar negeri K Bank juga hadir saat Korea Selatan mempersiapkan diskusi yang lebih luas seputar aset digital dan sistem pembayaran berbasis stablecoin. Pemberi pinjaman ini menggunakan kemitraan tersebut untuk menilai kesiapan teknis sebelum ekspansi layanan yang lebih luas.
Para Eksekutif Menyebut Tujuan Teknologi Pembayaran
Direktur Pelaksana Asia-Pasifik Ripple Fiona Murray menyambut baik kemitraan dengan K Bank. Ia menyatakan Ripple senang bekerja sama dengan bank yang telah membantu menetapkan standar perbankan digital di Korea dan terus mendorong inovasi.
CEO K Bank Choi Woo-hyung menambahkan, "Kemitraan ini akan membantu memperkuat daya saing K Bank dalam teknologi pengiriman uang luar negeri berbasis blockchain."
Proyek ini akan terus berlanjut melalui pengujian teknis dengan infrastruktur dompet Ripple dan sistem internal K Bank. Bank akan menilai stabilitas transaksi, alur pembayaran, kesiapan kepatuhan, dan model penerapan yang potensial.
Source: https://coinpaper.com/16607/south-korea-s-k-bank-partners-ripple-for-overseas-payment-tests







