Analis kripto populer Ali Martinez semakin menegaskan prediksi terbarunya bahwa token lintas batas yang populer ini bisa berada di ambang breakout yang lebih signifikan.
XRP telah lesu selama beberapa minggu terakhir, dan bahkan dalam skala bulanan pun tidak menunjukkan banyak fluktuasi, kecuali beberapa penolakan di level $1,60.
Martinez pertama kali membuat prediksi ini pada 27 April, mengakui saat itu bahwa aset asli Ripple telah bergerak sideways terlalu lama. Ia mencatat bahwa XRP harus menembus resistensi $1,41-$1,43 terlebih dahulu sebelum berpotensi memiliki kesempatan untuk mengincar puncak lokal baru. Sebaliknya, penurunan di bawah batas bawah bisa menimbulkan masalah jangka pendek.
Dalam analisis terbaru, Martinez menggunakan timeframe yang lebih besar (harian), mengatakan bahwa XRP masih "saat ini sedang konsolidasi dalam segitiga simetris yang terdefinisi dengan baik."
Setelah mengukur tinggi formasi ini, ia memprediksi breakout yang tegas menghasilkan pergerakan harga sebesar 26%. Pertanyaannya adalah, ke arah mana? Jika XRP turun dari harga saat ini sekitar $1,39 (di bawah support utama $1,41), maka bisa anjlok ke level terendah multi-tahun sekitar $1,00. Sebaliknya, jika para bulls mengambil alih, XRP bisa menargetkan resistensi $1,82.
Ia juga menambahkan bahwa arus masuk ETF tetap stabil di bulan April, yang merupakan bulan yang cukup positif bagi harga XRP (pertama sejak September 2025), namun investor ritel masih menunggu di pinggir lapangan, menantikan pemicu yang signifikan.
Analis sesama CRYPTOWZRD turut berkomentar mengenai pergerakan harga jangka pendek XRP dengan berfokus pada penutupan harian kemarin. Mereka menambahkan bahwa penutupan tersebut "tidak menentu," karena XRP perlu bertahan di atas $1,393 yang saat ini sedang diuji. Jika token ini secara tegas turun di bawah level tersebut, harga bisa terus mencetak level terendah baru, dan mungkin menuju target bearish Martinez sekitar $1,00.
The post XRP at a Breaking Point: Crash to $1 or Rally to $1.8 Next? appeared first on CryptoPotato.

