Cryptoharian – April menjadi bulan terbaik bagi pasar kripto sejak akhir tahun lalu, terutama untuk produk ETF berbasis Bitcoin dan Ethereum.
Setelah berbulan-bulan mengalami tekanan arus keluar dana, spot Bitcoin ETF kembali mencatat lonjakan besar. Sementara itu, ETF Ethereum akhirnya berhasil menghentikan tren negatif selama lima bulan berturut-turut.
Bitcoin ETF Kembali Bersinar
ETF spot Bitcoin mencatat hampir US$ 2 miliar arus masuk selama April, menurut data SoSoValue.
Lonjakan tersebut datang bersamaan dengan kenaikan harga Bitcoin sekitar 12 persen sepanjang bulan.
Kinerja ini menjadi yang terbaik sejak Oktober tahun lalu dan menandai perubahan besar setelah beberapa bulan penuh tekanan.
Sebelumnya, ETF Bitcoin sempat mengalami arus keluar besar:
Maret menjadi titik balik awal dengan inflow sekitar US$ 1,32 miliar, sebelum akhirnya April memperkuat momentum bullish tersebut.
Kini, total arus dana ETF Bitcoin sepanjang 2026 kembali positif dengan net inflow mendekati US$ 1,5 miliar secara year-to-date.
BlackRock Masih Dominasi
Di antara seluruh penerbit ETF Bitcoin, produk milik BlackRock, IBIT, masih menjadi pemimpin utama dalam total arus dana.
BlackRock melalui ETF IBIT terus mendominasi market share, diikuti oleh Fidelity lewat produk FBTC.
Dominasi BlackRock menunjukkan bahwa minat institusional terhadap Bitcoin masih tetap kuat meski market sempat mengalami koreksi besar dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Hampir US$ 800 Juta DOGE Bergerak dalam 24 Jam
ETF Ethereum Akhirnya Hentikan Tren Berdarah
Berbeda dengan Bitcoin, ETF Ethereum membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari tekanan.
ETF spot ETH mencatat lima bulan berturut-turut mengalami outflow:
Namun April akhirnya membawa perubahan.
Investor mulai kembali masuk ke ETF Ethereum dengan total inflow sekitar US$ 356 juta selama bulan tersebut.
Meski begitu, performa ETF ETH sepanjang 2026 masih negatif secara keseluruhan, dengan total outflow lebih dari US$ 410 juta dalam empat bulan pertama tahun ini.
ETH Masih Tertinggal dari Bitcoin
Perbedaan performa ETF menunjukkan bahwa sentimen investor masih jauh lebih kuat terhadap Bitcoin dibanding Ethereum.
Bitcoin terus dipandang sebagai aset utama institusional, terutama di tengah kondisi market yang belum sepenuhnya stabil.
Sementara Ethereum masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti pertumbuhan harga yang lebih lambat, persaingan dari blockchain lain, kekhawatiran terhadap aktivitas jaringan dan tekanan jual dari Ethereum Foundation.
Meski begitu, kembalinya inflow pada April memberi sinyal bahwa minat terhadap ETH mulai pulih secara perlahan.

