Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, telah menghentikan pembelian Bitcoin untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu. Perusahaan ini terus memegang 818.334 BTC, yang bernilai sekitar $64,44 miliar.
Jeda ini menarik perhatian para investor maupun pengamat pasar. Banyak yang kini mengevaluasi ulang apa arti pergeseran ini bagi strategi akuisisi perusahaan yang lebih luas ke depannya.
Perusahaan mengonfirmasi bahwa mereka tidak melakukan pembelian Bitcoin sama sekali selama minggu pelaporan terbaru. Ini memutus pola pembelian konsisten yang telah mendefinisikan operasi kas Strategy sejak 2020.
Michael Saylor mengakui jeda ini secara langsung melalui postingan mingguannya di X. Ia menulis: "No buys this week. Back to work next week." Pesan itu singkat namun berbobot di kalangan pengikut yang memantau setiap langkah perusahaan.
Strategy saat ini memegang 818.334 BTC dengan biaya akuisisi rata-rata $75.537 per koin. Pada harga pasar saat ini, posisi tersebut mencerminkan keuntungan belum terealisasi sekitar 4,24%.
Waktu jeda ini juga bertepatan dengan panggilan pendapatan Q1 2026 perusahaan, yang dijadwalkan pada 5 Mei. Banyak analis memantau acara tersebut dengan seksama untuk mengetahui panduan terbaru mengenai pembelian di masa depan.
Harga Bitcoin menunjukkan ketahanan selama minggu ketika Strategy mundur dari pembelian. Hal itu saja sudah menarik perhatian para trader yang memantau ketergantungan aset tersebut pada aliran institusional besar.
Pasar terus berfungsi tanpa suntikan modal dari Strategy. Bagi sebagian orang, hasil tersebut memperkuat kepercayaan pada struktur permintaan Bitcoin yang lebih luas.
Jeda ini tampaknya tidak menandakan mundurnya Bitcoin sebagai aset inti. Sebaliknya, para pengamat melihatnya sebagai bagian dari pendekatan akumulasi yang lebih terencana dan berfokus pada imbal hasil.
Analis Chris Millas memberikan pandangan tajam mengenai keputusan ini melalui X. Ia mencatat bahwa Strategy memilih untuk tidak memanfaatkan penawaran ATM umum selama minggu tersebut, meskipun ada kesempatan.
Ia menulis bahwa perusahaan kini memasuki "fase yang sepenuhnya baru," yang berpusat pada memaksimalkan imbal hasil Bitcoin daripada mengakumulasi dengan harga berapa pun. Ia juga menunjuk $STRC sebagai mekanisme pendanaan utama ke depannya.
Pergeseran ini membawa Strategy menjauh dari pembelian berbasis volume menuju model imbal hasil investasi yang lebih terukur. Fokus kini berada pada kualitas setiap pembelian Bitcoin, bukan sekadar kuantitas.
Pendekatan tersebut mungkin menghasilkan akuisisi yang lebih sedikit namun lebih terencana secara strategis dari waktu ke waktu. Para investor tampaknya memandang evolusi ini sebagai perkembangan yang konstruktif, bukan sebagai penarikan diri.
Strategy tetap menjadi pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia. Langkah selanjutnya dari perusahaan ini sangat dinantikan setelah panggilan pendapatan yang akan datang.
The post Strategy Pauses Bitcoin Purchases for First Time in Weeks, Holds 818,334 BTC appeared first on Blockonomi.


