UAE Innovation City, kawasan bebas cukai bertenaga AI milik UAE di Ras Al Khaimah, telah meluncurkan apa yang disebutnya sebagai sistem identitas bisnis digital pertama yang diaktifkan oleh blockchain, di mana setiap bisnis yang terdaftar di kawasan bebas tersebut akan menerima identitas berdaulat yang diverifikasi secara kriptografis yang dibangun di atas blockchain IOPn, yaitu OPN Chain.
Innovation City dan IOPn sedang membawa perusahaan-perusahaan menuju abad ke-21 dengan menjadikan mereka entitas hidup di blockchain, bukan di atas kertas, PDF, atau database, melainkan sebagai aset digital yang tidak dapat diubah dan terikat secara permanen.

Manfaatnya adalah berkurangnya ketergantungan pada perantara terpusat dan lebih kepastian dalam verifikasi, selaras dengan strategi nasional UAE dalam digitalisasi menggunakan blockchain, AI, dan teknologi lainnya.
Hal ini hadir seiring pemerintah UAE baru saja mengumumkan arahan berani untuk mentransisikan 50% sektor, layanan, dan operasi pemerintah federal ke Agentic AI dalam dua tahun. Agar agen-agen cerdas tersebut dapat memproses lisensi, izin, pemeriksaan kepatuhan, perpajakan, dan interaksi lintas batas secara otonom dengan kecepatan mesin.
Paul Dawalibi, CEO Innovation City, menyatakan bahwa Innovation City tidak lagi sekadar mendaftarkan perusahaan, tetapi memberikan mereka jiwa di blockchain.
Manfaat dari proses pendaftaran berbasis blockchain akan menghadirkan transparansi dan auditabilitas, memastikan perubahan kepemilikan, pembaruan kepatuhan, dan verifikasi dicatat secara permanen dan dapat diaudit secara publik. Bank, regulator, investor, dan agen AI dapat mengonfirmasi keaslian pendaftaran dalam hitungan detik, serta memastikan pengurangan penipuan dokumen.
Mojtaba Asadian, CEO IOPn, menambahkan: "IOPn adalah lapisan infrastruktur berdaulat yang memungkinkan ekonomi agentic AI UAE, dimulai dari identitas bisnis dan dibangun untuk berkembang di berbagai yurisdiksi, institusi, dan sektor. Aman secara kriptografis."
Ia menjelaskan bahwa ketika Innovation City memilih OPN Chain, mereka memilih infrastruktur kedaulatan digital yang dapat diverifikasi dan hidup di dalam rantai.
Seluruh solusi blockchain ini bersifat AI native karena memiliki infrastruktur yang tepat yang dibutuhkan oleh agentic AI untuk beroperasi pada skala pemerintahan.
Selain itu, mengingat platform ini dibangun di atas Layer 1 berkinerja tinggi yang kompatibel dengan EVM (10.000+ TPS, finalitas sub-detik), platform ini kompatibel dengan sistem lain.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pasar agentic AI akan tumbuh dari $5,25 miliar menjadi hampir $200 miliar antara tahun 2024 dan 2034. Blockchain akan menjadi elemen yang sangat penting dalam sistem ini karena agen-agen AI tersebut perlu diverifikasi dengan cara tertentu, dan dengan identifikasi berbasis blockchain, masalah-masalah dapat diselesaikan.
Agen AI di masa depan mungkin secara otonom membayar biaya pendaftaran perusahaan di kawasan bebas berdasarkan kontrak pintar, serta berbagai layanan lainnya.
Kolaborasi antara Blockchain dan AI baru saja dimulai, dan masa depan akan sangat menggembirakan.
Ada jalan tengah antara menyimpan uang di bank dan berjudi di kripto. Mulailah dengan video gratis tentang keuangan terdesentralisasi ini.


