Cryptoharian – Investor yang dikenal lewat kisah ‘The Big Short’, yakni Michael Burry, kembali melontarkan peringatan yang keras, kali ini soal Bitcoin. Dalam tCryptoharian – Investor yang dikenal lewat kisah ‘The Big Short’, yakni Michael Burry, kembali melontarkan peringatan yang keras, kali ini soal Bitcoin. Dalam t

Investor ‘The Big Short’ Klaim Kejatuhan Bitcoin Bakal Merambat ke Logam Mulia

durasi baca 3 menit

Cryptoharian – Investor yang dikenal lewat kisah ‘The Big Short’, yakni Michael Burry, kembali melontarkan peringatan yang keras, kali ini soal Bitcoin. Dalam tulisan terbaru di Substack, Burry menilai pelemahan Bitcoin yang semakin dalam bukan hanya masalah pasar kripto semata.

Jika penurunan itu berlanjut, ia melihat potensi jenis bencana finansial baru, yang efeknya bisa menjalar ke aset dan pelaku keuangan lain.

Peringatan itu muncul ketika sentimen investor kripto sedang ricuh. Bitcoin menutup Januari dengan empat bulan penurunan beruntun, rentetan terburuk sejak 2018, dan disebut sudah terkoreksi sekitar 37 persen dari puncaknya tahun lalu.

“Dampak dari penurunan kripto ini, sudah mulai terlihat. Bisa dilihat kejatuhan harga emas dan perak pekan lalu sebagai bagian dari efek rambatan,” ungkap Burry.

Hal tersebut dia sampaikan dengan argumen bahwa kontrak futures logam mulia tidak selalu didukung oleh aset fisik secara penuh, sehingga dalam cara tertentu, ia melihat kemiripan dengan mekanisme ‘tokenisasi’ di kripto.

Dalam narasi Burry, masalah utamanya bukan sekedar grafik yang turun. Ia menyoroti kemungkinan keterkaitan antarposisi di berbagai pasar, mulai dari akun margin portofolio, jaminan (collateral) kripto, hingga instrumen logam ‘bertokohkan kertas’, yang dapat mempercepat tekanan jual saat satu sisi runtuh.

“Kondisi seperti ini membuka jalan bagi skenario yang ‘mual’ untuk dibayangkan jika Bitcoin gagal menghentikan penurunannya,” ujarnya.

Burry lalu memetakan tiga dampak yang ia anggap paling bahaya, dengan garis harga sebagai pemicunya. Jika Bitcoin jatuh menembus US$ 70.000, ia memperkirakan institusi yang menyimpan Bitcoin sebagai aset neraca bisa menghadapi kerugian besar, dan manajer resiko akan semakin agresif menurunkan eksposur.

“Seperti perusahaan Strategy. Menurut perhitungan saya, penurunan di bawah US$ 70.000 berpotensi memukul neraca perusahaan dan membuat akses ke pasar modal makin sempit, artinya semakin sulit menggalang dana baru,” kata Burry.

Baca Juga: Borong Bitcoin Saat Harga Turun, Michael Saylor Diledek (Lagi) oleh Ekonom

Jika skenario lebih dalam terjadi dan Bitcoin turun menuju US$ 60.000, Burry menyebutnya dapat memicu ‘krisis eksistensial’ bagi Strategy, meski ia tidak merinci bentuknya. Akan tetapi dalam konteks Burry, ketika perusahaan publik sangat terikat dengan satu aset volatil, persepsi investor bisa berubah cepat.

“Di titik ini, isu seperti diskusi penjualan cadangan Bitcoin, tekanan pada valuasi saham terhadap nilai aset dasar, hingga menurunnya ruang manuver pendanaan, bisa menjadi rangkaian masalah tersendiri,” paparnya.

Sementara itu, bila Bitcoin merosot sampai US$ 50.000, Burry memperkirakan tekanan bisa beralih menjadi krisis sektor, yakni penambang kripto beresiko tumbang dan dipaksa melepas cadangan Bitcoin.

Ia juga memperingatkan potensi gangguan di pasar logam ‘tertokenisasi’ atau berbasis kontrak, yang dalam skenario ekstrem bisa mengalami kekosongan pembeli.

“Di saat bersamaan, ada kemungkinan bahwa logam fisik justru bisa memisahkan diri dari tekanan tersebut jika permintaan safe haven pada aset nyata meningkat,” tulis Burry.

Burry sendiri bukan pendatang baru dalam kritik terhadap kripto. Ia pernah menyebut Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik dan kerap membandingkan dengan mania historis.

Dengan gaya khasnya, ia tidak sedang memprediksi hari dan jam kehancuran, yang ia tekankan adalah struktur pasar modern yang makin saling terhubung, sehingga satu tren yang berkepanjangan dapat memunculkan konsekuensi di luar perkiraan banyak investor.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi service@support.mexc.com agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.