Bhutan mengalihkan Bitcoin senilai US$22,4 juta dari wallet negara minggu ini, termasuk transaksi langsung ke market maker institusional QCP Capital. Portofolio kripto negara Himalaya ini telah turun dari puncak US$1,4 miliar menjadi sekitar US$412 juta.
Arus keluar tersebut melanjutkan pola likuidasi berkala oleh Pemerintah Kerajaan Bhutan, yang mulai menambang dan menyimpan Bitcoin sejak 2019. Transaksi baru-baru ini menyoroti berbagai pertanyaan tentang strategi aset kripto negara di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.
Platform analitik blockchain Arkham mengonfirmasi penjualan Bitcoin tersebut. Dua arus keluar besar berasal dari Druk Holding Investments (DHI), badan investasi negara Bhutan. Transaksi tersebut meliputi 184,03 BTC yang bernilai US$14,09 juta, dan 100,82 BTC senilai US$8,31 juta, lima hari sebelumnya. Transaksi kedua ini langsung masuk ke alamat yang terkait dengan QCP Capital, market maker institusional asal Singapura yang aktif di pasar derivatif dan spot.
Berdasarkan analisis Arkham, Bhutan biasanya menjual Bitcoin dalam besaran sekitar US$50 juta per batch. Data historis menunjukkan penjualan terbesar terutama terjadi antara pertengahan hingga akhir September 2025, dengan beberapa transaksi lebih dari US$50 juta masing-masing. Arus keluar mingguan sebesar US$22,4 juta kali ini lebih kecil dari sebelumnya, yang mengindikasikan likuidasi yang lebih terukur atau memang sisa aset semakin sedikit.
Transaksi QCP Capital menandakan likuidasi strategis, bukan karena tertekan pasar. Market maker seperti QCP memfasilitasi perdagangan blok besar tanpa mengganggu harga pasar secara signifikan. Cara ini memungkinkan negara untuk keluar dari posisi tanpa memberi tekanan harga tinggi, berbeda dengan deposit langsung ke exchange yang bisa memicu reaksi pasar lebih tajam.
Strategi Bitcoin Bhutan dimulai tahun 2019, saat DHI meluncurkan operasi mining Bitcoin dengan memanfaatkan energi hidro yang melimpah di negara itu. Arkham memperkirakan Bhutan telah meraup lebih dari US$765 juta keuntungan dari Bitcoin sejak itu, sedangkan total biaya energi sekitar US$120 juta. Energi hidro membuat biaya mining mereka rendah dibanding penambang lain yang menggunakan bahan bakar fosil.
Halving Bitcoin tahun 2024 mengubah ekonomi mining secara mendasar. Peristiwa yang terjadi sekitar empat tahun sekali ini memangkas reward block setengahnya. Halving membuat biaya menambang satu Bitcoin menjadi dua kali lipat sehingga operasi jadi kurang efisien. Data menunjukkan Bhutan menambang sebagian besar kepemilikannya sebelum April 2024 lalu drastis mengurangi produksi setelahnya.
Margin keuntungan sebelum halving memungkinkan Bhutan mengumpulkan Bitcoin dalam jumlah besar dengan biaya murah. tapi penurunan efisiensi setelah halving kemungkinan mendorong negara ini untuk mulai melepas cadangan ketimbang terus menambang dengan biaya besar dan hasil kecil. Pergeseran strategi dari akumulasi ke penjualan selektif ini mencerminkan tren industri yang semakin ketat secara profitabilitas.
Portofolio aset kripto Bhutan telah turun drastis. Data Arkham Intelligence mencatat aset on-chain DHI saat ini tinggal sekitar US$412 juta, turun lebih dari 70% dari puncaknya di US$1,4 miliar. Portofolio tersebut kini didominasi sekitar 5.700 BTC, sementara kepemilikan Ethereum dan token lain nyaris tidak ada.
Penurunan portofolio terjadi karena penjualan berkelanjutan dan juga depresiasi harga Bitcoin. Sebagian nilai hilang akibat likuidasi strategis untuk profit atau kebutuhan fiskal, namun kondisi pasar secara umum sepanjang 2025 dan awal 2026 juga berpengaruh. Posisi puncak Bhutan sebelumnya sejalan dengan harga Bitcoin tertinggi, sehingga koreksi harga turut memperbesar persentase penurunan aset mereka.
Riwayat transaksi menunjukkan partner utama DHI di exchange adalah Binance—dengan nilai transfer US$261 juta (68% aktivitas)—serta Celsius Network, senilai US$118 juta (31%). Ada juga transaksi lebih kecil melalui Kraken. Interaksi dengan exchange tersebut, dikombinasikan dengan transaksi langsung ke market maker, menunjukkan manajemen treasury yang canggih dari Bhutan.
Druk Holding and Investments mengelola aset digital ini bersamaan dengan portofolio investasi tradisional, sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi Bhutan. Integrasi aset kripto ke treasury negara menempatkan Bhutan sebagai salah satu dari sedikit negara yang terlibat langsung di pasar aset digital. Apakah likuidasi berlanjut ini berarti keluar total atau hanya penyesuaian portofolio masih jadi pertanyaan, seiring para pengamat memantau tren adopsi kripto oleh negara.


