Perusahaan broker ritel Robinhood mengumumkan rencana peluncuran dana yang akan memberikan investor individu akses ke portofolio perusahaan swasta. Inisiatif inPerusahaan broker ritel Robinhood mengumumkan rencana peluncuran dana yang akan memberikan investor individu akses ke portofolio perusahaan swasta. Inisiatif in

Robinhood Akan Luncurkan Private Markets Fund: Apakah Ini Versi ICO Wall Street?

2026/02/19 02:02
durasi baca 4 menit

Perusahaan broker ritel Robinhood mengumumkan rencana peluncuran dana yang akan memberikan investor individu akses ke portofolio perusahaan swasta. Inisiatif ini ditujukan sebagai upaya untuk mengatasi ketimpangan yang sudah lama terjadi dalam akses ke pasar modal.

Namun, struktur ini menuai perbandingan dengan era initial coin offering (ICO). Meskipun dana ini akan diatur, ada beberapa risiko signifikan yang perlu diperhatikan.

Membuka Pasar Privat untuk Retail

Robinhood secara resmi mengumumkan Robinhood Ventures Fund I (RVI) pada hari Selasa, dan memperkirakan bahwa dana ini akan melantai di New York Stock Exchange (NYSE) dalam beberapa minggu ke depan dengan kode saham RVI.

Dana ini akan memberikan eksposur ke sejumlah perusahaan swasta, termasuk Revolut, Oura, Ramp, Databricks, Airwallex, Mercor, dan Boom. Robinhood juga berencana untuk memperluas portofolionya seiring waktu dengan menambahkan lebih banyak perusahaan privat, termasuk Stripe.

Berdasarkan siaran pers, pelanggan dapat meminta saham penawaran umum perdana (IPO) RVI melalui Robinhood dengan harga US$25 per saham. 

Berbeda dengan banyak produk privat di pasar tradisional, RVI dirancang agar dapat diakses oleh beragam investor tanpa syarat akreditasi atau batas minimum investasi. Dana ini membebankan biaya pengelolaan, tapi tidak memungut biaya kinerja. Sahamnya juga diperkirakan akan memberikan likuiditas perdagangan harian sesuai dengan kondisi pasar.

Namun, langkah ini menimbulkan keraguan terkait risiko investasi secara tidak langsung ke perusahaan privat. Untuk pelaku lama di dunia kripto, struktur ini mengingatkan pada dinamika yang pernah terjadi selama masa booming ICO.

Pelajaran dari Kejatuhan ICO

RVI memberi investor ritel akses ke perusahaan swasta yang sedang tumbuh, sebuah segmen pasar yang selama ini didominasi oleh modal institusional. Dana ini merupakan produk yang terdaftar di SEC dan diperdagangkan di bursa, beroperasi dalam koridor hukum sekuritas yang sudah ada.

Namun, aset dasar dari dana ini adalah perusahaan privat yang valuasinya didasarkan pada putaran pendanaan yang jarang terjadi, bukan harga pasar secara real-time. Nilai perusahaan yang dilaporkan juga mungkin belum sepenuhnya mencerminkan perubahan kondisi pasar hingga ada putaran pendanaan baru yang memaksa penyesuaian nilai.

RVI juga merupakan dana tertutup, artinya investor tidak dapat menjual kembali sahamnya dengan harga yang dijamin. Sebaliknya, saham diperdagangkan di bursa sehingga harganya bisa naik di atas atau turun di bawah nilai aktual dari perusahaan yang dimiliki oleh dana tersebut. 

Akibatnya, investor menghadapi dua lapis ketidakpastian: valuasi perusahaan privat dan harga pasar dari dana tersebut. Penggunaan leverage memang dapat memperbesar keuntungan, tapi juga bisa memperparah kerugian saat pasar mengalami tekanan.

Risiko struktural seperti ini terlihat jelas pada periode 2017 hingga 2021, ketika terjadi lonjakan ICO secara masif.

Pada masa booming itu, investor ritel mendapatkan akses langsung ke proyek tahap awal, yang biasanya sangat mengandalkan narasi masa depan meski belum jelas soal kerangka valuasi dan kapan mereka bisa mencairkan investasi.

Di tahun 2018, banyak proyek hasil pendanaan ICO gagal menghadirkan produk yang layak atau model bisnis yang berkelanjutan. Harga token anjlok seiring permintaan spekulatif yang meredup dan semakin ketatnya pengawasan regulator, hingga menghapus miliaran dolar nilai investasi serta membuat investor ritel merugi.

Peristiwa tersebut mengungkap berbagai kelemahan seperti keterbatasan transparansi, ketimpangan informasi, dan ketergantungan pada asumsi pertumbuhan yang terlalu optimistis. Beberapa proyek memang berkembang menjadi jaringan yang sah, namun secara umum siklus ICO dikenal penuh dengan kelebihan valuasi dan pembagian risiko yang timpang.

Struktur ini memang tidak menjadikan RVI sama persis dengan ICO, namun ini bisa menjelaskan kenapa perbandingan tersebut muncul.

Saat Valuasi Tinggi Membatasi Potensi Kenaikan

Pada kedua kasus, investor ritel kini bisa mengakses peluang pertumbuhan tinggi yang sebelumnya hanya terbuka untuk institusi, walaupun transparansi tentang nilai dan waktu pencairan investasinya masih terbatas.

Inti dari kekhawatiran para kritikus adalah bukan soal pengawasan regulasi, melainkan soal distribusi risiko. 

Ketika akses meluas tanpa penemuan harga secara berkelanjutan atau jaminan ada momen pencairan investasi, investor bisa saja menghadapi penguncian modal dalam jangka waktu lama, penyesuaian valuasi tiba-tiba, atau harus membeli di harga yang sudah tinggi.

Beberapa pihak skeptis juga menyoroti komposisi spesifik dana ini. Sejumlah kepemilikan utama RVI, termasuk Stripe, Databricks, dan Revolut, baru-baru ini memperoleh pendanaan dengan valuasi masing-masing sebesar US$140 miliar, US$134 miliar, dan US$75 miliar. 

Fokus pada perusahaan yang sudah sangat tinggi nilai valuasinya berpotensi membuat peluang keuntungan besar ke depan menjadi lebih terbatas. Kondisi ini juga bisa memperbesar risiko penurunan harga jika pasar privat mulai melemah.

Di sisi lain, beberapa pihak berpandangan strategi modal ventura tradisional biasanya justru mencari peluang di tahap jauh lebih awal, ketika valuasi masih lebih rendah tapi potensi pertumbuhannya lebih asimetris. 

Pada sudut pandang tersebut, para kritikus berpindah perdebatan dari soal akses ke soal timing, dengan berargumen bahwa investor ritel baru masuk ke pasar privat setelah terjadi kenaikan valuasi—bukan sebelum pertumbuhan besar benar-benar terjadi.

Peluang Pasar
Logo INI
Harga INI(INI)
$0.12101
$0.12101$0.12101
0.00%
USD
Grafik Harga Live INI (INI)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi service@support.mexc.com agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.